detikhealth

Sempat Dituduh Hoax, Begini Penjelasan Ibunda Dedek Nayla

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Senin, 18/12/2017 09:05 WIB
Sempat Dituduh Hoax, Begini Penjelasan Ibunda Dedek NaylaVideo Nayla yang sempat viral di media sosial tak hanya menarik simpati, namun juga melahirkan tuduhan hoax. Apa kata sang ibu? Foto: Viral
Jakarta, Video bocah 2 tahun yang bernama Nayla viral di media sosial. Nayla adalah seorang pengidap celebral palsy yang kini sedang dirawat di rumah sakit karena mengidap pneumonia dan beberapa infeksi lainnya.

Kabar soal Nayla tak hanya menarik simpati, namun juga ada tuduhan hoax. Akun Facebook Erlina Sinaga yang pertama kali mengunggah tentang Nayla pun sempat mendapat tuduhan hoax. Terkait hal ini, ibunda Nayla, Noviani, angkat bicara.

Baca juga: Sepekan Lebih di Rumah Sakit, Dedek Nayla Masih Berjuang Melawan Pneumonia

"Iya memang ada tuduhan soal hoax itu. Padahal anak saya beneran sakit dan waktu itu sangat bingung sekali mencari ruangan PICU untuk Nayla yang kondisinya sudah kritis," ungkap Novi kepada detikHealth, ditemui di RS Adam Thalib, Cibitung, Bekasi, Minggu (17/12/2017).

Novi dan Nayla saat masih sehatNovi dan Nayla saat masih sehat Foto: Facebook

Dikatakan Novi, salah satu penyebab adanya tuduhan hoax adalah nomor teleponnya yang disebut-sebut tidak bisa dihubungi. Menurutnya, nomor telepon yang sudah terlanjur beredar di media sosial hanyalah khusus nomor untuk aplikasi Whatsapp saja, sehingga hanya bisa ditelepon dan berkirim pesan via Whatsapp.

Simpati kepada Nayla juga melahirkan gerakan #DonasiDedekNayla untuk mengumpulkan donasi. Novi mengatakan saat ini rumah sakit tempat Nayla dirawat tidak bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, sehingga biaya perawatan Nayla berasal dari kantong pribadi.

"Dalam satu hari untuk ruangan PICU beserta obat-obatan, bisa habis Rp 4-6 juta. Sejak pertama dirawat di sini kita sudah menghabiskan lebih dari Rp 32 juta, itu sebagian besarnya dari donatur," tambahnya lagi.

Terkait pemilihan rumah sakit yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, Novi mengatakan dari banyak rumah sakit di kota Bogor, Bekasi, dan sekitarnya, hanya RS Adam Thalib yang memiliki ruang PICU kosong.

"Saya nggak mikir apa-apa lagi yang penting ingin Nayla supaya bisa dirawat di PICU karena kondisinya saat di RS FMC Bogor sudah kritis. Akhirnya dirujuk ke sini karena di sini yang ada ruangan PICU kosong," ujarnya.

Sayangnya, gerakan #DonasiDedekNayla saat ini sudah ia tutup. Ia takut hal tersebut malah dijadikan ladang kesempatan untuk pihak-pihak yang tak bertanggungjawab mencari untung.

"Waktu itu liat ada di Youtube soalnya, tapi saya dan beberapa teman di FB nggak ada yang tahu siapa yang bikin. Daripada nanti dipakai buat yang bukan-bukan akhirnya donasinya sudah kami tutup," urainya.

Meski begitu, bukan berarti Nayla tidak membutuhkan bantuan. Novi mengatakan jika memang ada donatur yang ingin membantu, bisa menghubungi nomor telepon yang sudah beredar di media sosial miliknya. Ia juga tak keberatan jika ada donatur atau warganet yang bersimpati kepada Nayla dan ingin menjenguknya di RS Adam Thalib.

"Silakan hubungi nomor saya, boleh juga kalau mau menjenguk Nayla. Saya juga berterima kasih kepada donatur-donatur sebelumnya, dan juga yang sudah membantu. Semoga doanya agar Nayla bisa sembuh dan kembali bersama keluarga bisa segera terkabul," tutupnya.

Baca juga: Perjuangan Dedek Nayla Melawan Pneumonia Banjir Simpati di Medsos

(mrs/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit