detikhealth

Dokter: KLB Difteri Seperti Bom yang Meledak

Firdaus Anwar - detikHealth
Selasa, 19/12/2017 15:35 WIB
Dokter: KLB Difteri Seperti Bom yang MeledakProgram imunisasi dijalankan sebagai respons darurat KLB difteri. (Foto: Ari Saputra)
Jakarta, Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tercatat sudah ada 28 provinsi yang memiliki penyebaran penyakit difteri. Hal ini disebut-sebut sebagai rekor penyebaran KLB yang tertinggi di dunia.

Konsultan Infeksi Tropik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Dr dr Hindra Irawan Satari, SpA(K), mengatakan KLB difteri ini tidak jauh berbeda seperti bom yang meledak. Hal ini karena berbagai pihak lalai membiarkan cakupan imunisasi terus berkurang selama sembilan tahun terakhir.

Apakah itu karena ada penolakan atau memang jangkauan program imunisasi daerah yang tidak baik.

Baca juga: IDAI: KLB Difteri di Indonesia Paling Tinggi di Dunia

"Ini bom meledak karena sembilan tahun kaya begini. Sampai Jakarta kena baru semua pada gelisah. Enggak mungkin (KLB -red) datang tiba-tiba, dia pasti sudah kasih sinyal lampu kuning," kata dr Hindra saat ditemui di Nutrifood Inspiring Center, Apartemen Menteng Square Tower, Jakarta Pusat, Selasa (19/12/2017).

Vaksin untuk difteri sendiri sudah umum digunakan sejak tahun 1890-an. Lebih dari 100 tahun digunakan efektivitas vaksin untuk mencegah difteri mencapai 95 persen sehingga seharusnya penyakit sudah sejak lama dapat dieliminasi.

Hanya saja ketika dunia mulai jarang mendengar kasus difteri kesadaran masyarakat pun menurun dan menganggap remeh.

"Masyarakat sudah lengah menyangka penyakit ini sudah enggak ada. Dampaknya ya seperti yang kita alami sekarang," pungkas dr Hindra.

Baca juga: Wabah Difteri di Indonesia Jadi Sorotan Media Internasional(fds/up)


 
Foto Terkait

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit