detikhealth

Diet Experience

Jadi Working Mom Bukan Halangan untuk Diet dan Olahraga

Deasy Mellani - detikHealth
Selasa, 09/01/2018 15:07 WIB
Before
After
Jakarta - Ketika usia sudah mendekati kepala 4, banyak orang pasrah dengan kondisi tubuhnya. Gemuk ya sudah lah ya, mungkin memang sudah waktunya menggemuk.

Demikian pula dengan Deasy, yang nyaris pasrah dengan berat badannya yang melambung sejak melahirkan anak kedua. Dengan kesibukannya sebagai working mom, makin lengkap alasan untuk mengubur impian mendapatkan kembali tubuh ramping yang pernah dimilikinya.

Berbagai usaha yang dilakukannya kerap menemui jalan buntu. Ikut klub kebugaran, akhirnya tidak bisa teratur hingga tanpa disadari kartu anggotanya sudah kedaluarsa.

Bagaimana akhirnya Deasy menemukan kembali semangatnya? Simak ceritanya di bawah ini. Jangan lupa tinggalkan komentar jika menurutmu cerita ini cukup inspiratif dan layak diganjar voucher belanja dari detikcom.

Baca juga: Masih Ada Waktu! Ceritakan Pengalaman Dietmu, Raih Voucher Jutaan Rupiah

Nama saya Deasy Mellani, 38 th, menikah dan memiliki 2 anak. Saya adalah seorang working mom. Anak saya berumur 12 tahun dan 5 tahun.

Awal memiliki kelebihan berat badan adalah ketika saya hamil anak pertama di mana saya mengalami kenaikan sekitar 25 Kg (2005). Namun mengingat umur masih mudah dan semangat, olahraga pun saya lakukan setiap hari hingga kahirnya BB berhasil turun dengan cepat kembali menjadi 60 kg tanpa diet.

Nah, pengalaman diet diet saya yang diawali sewaktu saya melahirkan anak ke 2 saya pada tahun 2012 (perbedaan 7 tahun dengan anak pertama). BB awal sebelum hamil adalah 60 kg. Sehari-hari biasanya saya melakukan olahraga treadmill setiap ulang kantor (jika sempat dan tidak terlalu letih, dan kebetulan saya punya di rumah)... tanpa membatasi makanan saya.

Pada hamil anak ke-2 ini, berat badan saya melonjak sangat tinggi, hingga 30 kg lebih!!!! Dengan pemikiran makan yang banyak karena untuk 2 badan. Kasian anaknya kalau kita tahan-tahan lapar.. Pada saat hamil 9 bulan, berat badan saya ketika di RS sudah mencapai 98 Kg!!! Hingga akhirnya timbangan menjadi musuh berat saya pada saat ini. Dan treadmill pada saat itu hanya menjadi pajangan saja dengan alasan sedang hamil, tidak boleh terlalu capek (padahal sih seharusnya olahraga tetep jalan, agar tetep sehat).

Suami pun seperti tidak tega melihat saya yang terlihat sesak dan susah menopang badan saya. Namun, mau gimana, kan lagi hamil.

Daaann akhirnyaaa... Anak ke-2 saya pun lahir.... Dan yang mengejutkannya, BB anak saya sangat kecil sekali, tidak sampai 3 kg, hanya 2,6 kg saja. Berarti semua asupan makanan saya selama ini menjadi lemak dan daging lebih di badan saya. Oh nooo!!!!! O ya, pada saat itu saya melahirkan dengan cara operasi caesar, jadi dokter sudah wanti-wanti bahwa olahraga yang saya lakukan tidak boleh terlalu berat.

Beberapa bulan setelah melahirkan, masih belum terjadi penurunan BB yang significant, sekitar 6 bulan setelah melahirkan BB saya masih 85 kg. Masih belum melakukan olahraga apapun karena masih teringat apa kata dokter. Hingga akhirnya saya mencoba-coba untuk diet karbohidrat, yaitu dengan tidak mengkonsumsi nasi, namun tidak diiringi oleh olahraga.. Dan alhasil hanya dapat menurunkan 5 kg saja hingga berat akhir saya 80 Kg. Masih treadmill saya menjadi pajangan hingga akhirnya pada saat saya ingin memutuskan untuk berolahraga alat tersebut sudah rusak... :-(

Hingga pada suatu hari, ketika kami berjalan-jalan ke mall, saya tergoda untuk menjadi member di sebuah fitness center. Dengan semangat yang menggebu-gebu, saya minta izin oleh pak suami, dan alhamdulilah beliau mengizinkan. Asal dilakukan dengan rajin yaaa, jangan awal-awalnya aja. Begitu kira-kira pesan dari pak suami. FYI, saya tidak mengambil personal trainer pada saat itu, karena mahal.

Akhirnya olahraga dengan pengetahuan saya sendiri. Awal-awal setelah pendaftaran sangat semangat sekali. Seminggu 3x saya mampir ke fitness center setelah pulang kantor. Dan kebetulan setelah 3 bulan gabung, Ramadhan pun tiba sehingga saya off dulu hingga lebaran. Rencananya seperti itu, namun kenyataannya off-nya kelewatan hingga hampir kartu keanggotaanya pun habis.

Waduh.... Pesan pak suami ternyata benar-benar terjadi. Hanya awalnya saya semangat. Dari situ, izin tidak didapat lagi untuk memperpanjang keanggotaan, hingga saya harus berhenti. O iya. Selama 3 bulan di sana, saya hanya berhasil menurunkan berat badan 2 kg saya :-) (78 kg) tapi lumayanlah akhirnya keluar juga dari angka 80 kg. Sempat saya mengkonsumsi obat-obatan diet, namun saya stop karena berita-berita mengenai efek dari obat-obatan diet yang saya baca sangat mengerikan......!!

Akhirnya saya putar otak. Kebetulan pada tahun 2015 sedang hits sekali orang-orang menjalankan diet mayo. Saya penasaran, hingga boss saya saja menjalankan diet mayo dan beliau berhasil turun 5 kg. Wahhhh jadi tambah semangat nih. Browsing-browsing pun dimulai untuk pilihan menu. Setelah dipelajari, langsung belanja keperluan. Pak suami pun hanya geleng-geleng saja sambil mendoakan semoga berhasil. Alhamdulilah sih pak suami tetap mendukung walaupun agak meragukan. Hehehehe..

Hari pertama diet mayo pun terjadi. Lumayan berat yaaa... ditambah yang melakukan diet mayo pada saat itu hanya saya sendiri (kalau boss kan ruangannya beda). Pada saat makan siang, semua karyawan makan di pantry dan teman-teman saya menyantap makanan padang (rendang, sambal, ayam gulai) sementara saya hanya rebus-rebusan sayur. Sedih rasanya. Tapi saya tetap semangat sampi akhirnya saya berhasil melakukan diet mayo dan turun 3 kg...menjadi 75 kg.

Akhirnya saya pun sadar, kenapa tidak dibarengi dengan olahraga, agar sehatnya ngga nanggung-nanggung. Akhirnya saya pilih olahraga yang murah, lari pagi keliling kompleks.....

Yess... awalnya agak berat, karena suka kehabisan nafas. Hanya saya memulai dengan pelan-pelan, jalan pagi sampai akhirnya benar-benar lari. Hingga akhirnya saya melakukannya setiap pagi sebelum mengantar anak-anak ke sekolah.

Akibat dari menjalankan diet mayo, kebiasaan makan saya pun lama kelamaan menjadi berubah. Masak tidak pakai garam, makan rebus-rebusan untuk makan siang tidak ada karbohidrat. Karbohidrat saya ganti dengan kentang. Sedikit demi sedikit berat badan saya turun (70 Kg).

Pada akhirnya, teman-teman sekantor saya pun ikut melakukan hal serupa dengan saya dengan melihat perbuhan diri saya yang significat, ditambah melihat kegiatan lari saya menjadi tambah intens. Hingga akhirnya, saya memiliki teman diet di kantor saya.

Awal 2016, iseng-iseng saya pun mendaftar untuk ikut kegiatan lari yang sering diadakan oleh event-event lari di Indonesia. 5km saja awalnya hanya berani (takut pingsan) dan saya pun berhasil. Yesss... tambah semangat dengan mendapatkan medali lari.

Tanpa disadari, olahraga ini jadi bikin diri saya ketagihan akan lari. Hampir setiap bulan saya mengikuti event lari hingga akhirnya saya memberanikan diri lari untuk 10 km. Dan saya berhasillll. Beragam medali pun telah saya koleksi.

Seiring berjalannya kegiatan olahraga lari saya yang sangat intens, tanpa disadari berat badan saya turun sangat drastis, turun 10 kg!!! Menjadi 60 kg..... WOW.... saya sangat takjub dengan diri saya sendiri, dan kedisiplinan saya sendiri.

Melihat keberhasilan saya.. hingga saat ini telah menjadikan olahraga lari sebagai olahraga utama saya.... Dan saya lakukan hampir setiap hari, hingga sekarang.. Dan alhamdulilah berat saya sekarang sudah mencapai 56 kg( ini BB saya ketika masih gadis ..WOW).

Mengkonsumsi makanan sehat pun masih saya lanjutkan hingga saat ini, tujuannya adalah untuk menjada badan dan selain itu yang utama adalah untuk menghindari dari penyakit-penyakit seperti hipertensi dan obesitas, mengingat umur saya yang sedikit lagi menginjak angka kepala 4.

Berikut salah satu menu-menu makanan sehat saya :

Pagi: Teh Tawar hangat + 1 lbr roti gandum
Siang: Mashed Potato / ayam rebus / grilled/ ikan grilled / salad-saladan
Malam: Buah-buahan / jus

Prinsip saya sekarang adalah: Olahraga disertai makanan sehat... selain membuat badan sehat dan bugar serta terlihat lebih awet muda, kita akan mendapatkan bonus yaitu badan menjadi lebih langsing. Jadi lakukan olahraga dan diet demi sehat, kurus/langsing adalah bonus.

Selain itu, saya melakukan diet dan olahraga ini agar suami tidak mudah tergoda dan melirik-melirik ke wanita yang lebih seksi, takut saya kalau suami sudah memiliki tanda-tanda seperti itu.. alhamdulilah... suami mendukung sepanjang perjalan saya hingga kahirnya badan saya mengecil. Seneng denger pujian-pujian dari suami setiap hari..




(up/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit