detikhealth

Artikel 18+

Pakar Sebut Keseringan Pakai Vibrator Bikin Miss V Mati Rasa

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Selasa, 09/01/2018 16:37 WIB
Pakar Sebut Keseringan Pakai Vibrator Bikin Miss V Mati RasaKeseringan memakai vibrator dikatakan dapat mempengaruhi sensitivitas Miss V. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta, Sejumlah pakar menyarankan penggunaan mainan seks untuk memberikan variasi dalam kehidupan seks. Namun studi terbaru menyebut keseringan memakainya juga tak baik bagi kesehatan alat vital.

Kondisi yang dimaksud adalah 'dead vagina syndrome' di mana kemaluan seseorang mengalami mati rasa akibat penggunaan mainan seks, utamanya vibrator yang terlalu sering.

Untungnya kondisi ini jarang terjadi. Diperkirakan hanya sekitar 11 persen wanita pengguna vibrator yang melaporkannya.

Studi lain dari University of Indiana menyebut hanya 3 persen wanita yang menyadari penurunan kepekaan alat vital akibat penggunaan vibrator. Demikian seperti dilaporkan Daily Star.

Selain itu, sindrom ini biasanya tak berlangsung lama. Studi lain yang dipublikasikan US National Library of Medicine menemukan, efek vibrator ini biasanya akan 'luntur' dengan sendirinya dalam waktu satu jam.

Hal ini diperkuat dengan data yang dikumpulkan peneliti dari Idaho State University di mana hanya sekitar 0,5 persen wanita yang melapor kemaluannya menjadi mati rasa lebih dari satu hari.

Baca juga: Kenapa Vibrator Banyak Disukai?

Hilangnya kepekaan pada Miss V diyakini para pakar dapat berdampak pada sulitnya mencapai orgasme. Namun ada juga yang berpendapat lain.

Para pemakai vibrator bisa saja menjadi ketergantungan pada sensasi yang dihasilkannya sehingga mereka lebih memilih 'seks mandiri' ketimbang bersama pasangan.

Lantas bagaimana mencegahnya? Kuncinya hanya pada kehati-hatian saat menggunakan vibrator. Pertama, jangan terlalu menekan vibrator untuk masuk ke dalam vulva dan klitoris. Kedua, tentu saja jangan terlalu sering memakai vibrator.

Dokter juga menyarankan agar sex toys digunakan dalam batas wajar saja, artinya hanya sebagai variasi. Bila sex toys digunakan secara berlebihan, atau fantasi seksual yang dimiliki individu ketika memakai sex toys menjadi obsesi tersendiri, maka tidak menutup kemungkinan ini bisa mengganggu kehidupan seksual yang bersangkutan.

"Selama tidak obsesif, tidak mengganggu kesehatan. Tapi kalau tidak obsesif ya tidak apa-apa," jelas dr Nugroho Setiawan, SpAnd dari RSUP Fatmawati kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Baca juga: Menghindari Kecanduan Vibrator(lll/fds)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit