detikhealth

2017, Rail Clinic Layani 10.290 Pasien

Niken Widya Yunita - detikHealth
Selasa, 09/01/2018 19:30 WIB
 2017, Rail Clinic Layani 10.290 Pasien Foto: Rail Clinic PT KAI (Dok. PT KAI)
Jakarta, PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah meluncurkan Rail Clinic atau kereta kesehatan sejak 2015. Sepanjang 2017, Rail Clinic telah melayani 10.290 pasien di seluruh wilayah operasi PT KAI, baik di Pulau Jawa maupun Sumatera.

Rail clinic generasi pertama diluncurkan pada 12 Desember 2015. Generasi ke-2 pada 19 Desember 2016, ke-3 pada 15 Februari 2017, dan yang teranyar yakni pada 28 September 2017, bertepatan dengan perayaan HUT ke-72 Kereta Api Indonesia. Rail Clinic pertama kali diresmikan pada 12 Desember 2015, dan sekaligus mendapatkan piagam rekor MURI sebagai kereta kesehatan pertama di Indonesia.

Rail Clinic merupakan rangkaian kereta yang bertugas memberikan pelayanan kesehatan secara gratis kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian KAI melalui program Corporate Social Responsibility. Masyarakat yang mendapat pelayanan Rail Clinic adalah masyarakat yang tinggal berdekatan dengan stasiun atau rel kereta api, khususnya yang sulit dijangkau dengan kendaraan bermotor namun sangat membutuhkan bantuan layanan kesehatan.

Selama dua tahun ini, Rail Clinic telah kerap memberikan bantuan layanan kesehatan bagi masyarakat di sekitar jalur rel. Selain itu, kegunaan Rail Clinic tidak sebatas hanya untuk membantu masyarakat dalam pelayanan kesehatan gratis, tetapi juga bisa dilibatkan untuk pertolongan korban bencana alam termasuk dalam upaya melakukan evakuasi.

Misalnya, pada September 2016 lalu, Rail Clinic dioperasikan untuk membantu korban bencana alam banjir di Garut, Jawa Barat khususnya untuk memberikan bantuan kesehatan dan mengirimkan bantuan kebutuhan pokok. Juga pada saat erupsi Gunung Agung, Bali, pada November 2017 lalu, Rail Clinic disiagakan di Banyuwangi untuk membantu pengungsi.

"Pembuatan Rail Clinic ini dilatarbelakangi oleh semangat KAI untuk memberikan pelayanan lebih kepada masyarakat Indonesia khususnya di bidang kesehatan dengan memanfaatkan jalur KA. Sehingga dapat menembus daerah yang sulit dilalui oleh kendaraan bermotor," ujar Direktur Utama KAI Edi Sukmoro, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/1/2018).

Baca juga: Keren, Gerbong Kereta Api disulap Jadi Klinik dan Perpustakaan

Rail Clinic menjadi sarana bagi KAI untuk membuktikan bahwa perseroan memiliki kepedulian kepada masyarakat sekitar.

"Jadi masyarakat yang dilalui oleh rel bisa merasakan bahwa kalau kereta api maju, maka masyarakat juga bisa merasakan kemajuan tersebut," ujar Edi.

Sama seperti generasi sebelumnya, Rail Clinic generasi ke-4 memberikan pelayanan kesehatan tingkat pertama, meliputi pemeriksaan umum, gigi, kehamilan, mata, serta pelayanan kefarmasian. Salah satu yang membedakan Rail Clinic Generasi ke-4 dari generasi sebelumnya yakni terdiri dari empat unit kereta yakni dua kereta untuk kesehatan dan dua kereta pustaka yang dinamakan Rail Library.

 2017, Rail Clinic Layani 10.290 Pasien Foto: Rail Clinic PT KAI (Dok. PT KAI)


Sedangkan Rail Clinic generasi-generasi sebelumnya hanya terdiri dari dua unit kereta kesehatan di tiap rangkaiannya. Selain fasilitas-fasilitas kesehatan yang telah tersedia pada Rail Clinic generasi sebelumnya, versi generasi ke-4 ini dilengkapi dengan fasilitas laboratorium hematology analizer sysmex berbasis komputer yang berfungsi untuk mengukur sampel darah sehingga mampu membantu mendiagnosis penyakit seperti kanker, diabetes, dan sebagainya.

Sementara itu, kehadiran Rail Library menjadi sarana untuk meningkatkan minat baca warga sehingga diharapkan dapat turut andil dalam mencerdaskan masyarakat. Di dalam Rail Library terdapat perpustakaan manual dengan beragam buku untuk kalangan anak-anak sampai pengetahuan umum untuk dewasa.

Selain buku-buku manual, juga tersedia fasilitas e-library atau perpustakaan elektronik berupa enam buah monitor layar sentuh dengan database berbagai bacaan, video edukatif, dan lagu anak-anak. Kiprah pelayanan Rail Clinic selama ini dijadikan sebagai pelayanan yang terpadu, karena tak hanya memberikan pelayanan medis, tapi juga penyuluhan kesehatan seperti merawat kesehatan gigi, menjaga kesehatan lingkungan, dan mencuci tangan yang benar kepada anak-anak sekolah maupun orang dewasa.

Selain itu, setiap kegiatan bakti sosial Rail Clinic juga diisi dengan kegiatan sosialisasi keselamatan perjalanan kereta api. Masyarakat akan diberikan informasi dan dibukakan wawasannya tentang keselamatan perjalanan kereta api sesuai peraturan yang berlaku. Hal ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada masyarakat.

Dengan memahami dan menjalankan prosedur keselamatan yang benar maka hal itu sangat bermanfaat tak hanya untuk menjaga keselamatan jiwa mereka saja tapi juga mendukung penuh keselamatan perjalanan kereta api.(nwy/mrs)


 
Foto Terkait

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit