detikhealth

Hati-hati, Ini Bahayanya Terlalu Cemas dengan Hasil Olahraga

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Rabu, 10/01/2018 20:05 WIB
Hati-hati, Ini Bahayanya Terlalu Cemas dengan Hasil OlahragaTerlalu cemas dengan hasil olahraga bisa berbahaya/Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta, Tahun baru identik dengan resolusi sehat, seperti memulai rutinitas olahraga atau mendaftar ke gym. Namun jika Anda terlalu mencemaskan pencapaian ini, Anda malah bisa jadi tak sehat.

Hal ini diungkapkan Dr Robin Bailey, ahli psikoterapi perilaku dari University of Central Lancashire, Inggris. Menurutnya, orang-orang yang sudah berolahraga tetapi tetap saja merasa kurang biasanya akan menjadi stres.

"Di masa-masa ini (awal tahun, red), banyak orang yang mencemaskan aktivitas fisiknya. Ditambah lagi mereka khawatir sudah kebanyakan makan di akhir tahun," tandasnya.

Akibatnya ini bisa memicu stres. Padahal stres ini dapat mendorong seseorang untuk berperilaku tak sehat seperti merokok atau mengonsumsi alkohol secara berlebihan, alih-alih memotivasi diri untuk berolahraga lagi.

Bahkan dikatakan dampaknya dapat terlihat dalam kurun 20 tahun ke depan, yaitu risiko kematian yang bisa mencapai lebih dari 70 persen.

Baca juga: Lari ke Kantor Tak Bisa Asal-asalan, Ini Risikonya Jika Memaksakan Diri

Sebelumnya ada dua studi dari AS yang memaparkan tentang bahaya terlalu cemas pada hasil yang dicapai saat berolahraga. Pertama adalah studi dari Stanford University yang dilakukan tahun lalu.

Studi yang melibatkan 60.000 orang lebih itu menemukan, mereka yang merasa tidak lebih aktif dibandingkan rata-rata orang sebaya mereka berpeluang 71 persen lebih besar untuk meninggal dalam kurun 21 tahun ke depan, dibandingkan mereka yang percaya sudah banyak melakukan aktivitas fisik.

Yang kedua adalah sebuah studi yang dilakukan di tahun 2007, di mana staf hotel yang diberitahu jika mereka sudah bisa dianggap berolahraga dengan bersih-bersih terbukti benar-benar mengalami penurunan berat badan.

Penelitian dari Harvard University itu juga mengungkap pekerja-pekerja ini juga memiliki tekanan darah dan lemak tubuh yang lebih rendah ketika mereka percaya mereka aktif bergerak, tak peduli seberapa banyak aktivitas fisik yang sebetulnya dilakukan.

"Itulah mengapa menurut saya, poin penting untuk memulai resolusi sehat dengan olahraga adalah berhenti memikirkan berapa banyak aktivitas fisik yang Anda lakukan dibandingkan orang lain," tandas Bailey seperti dilaporkan Independent.

Salah satunya, lanjut Bailey, berasal dari update media sosial teman atau saudara yang sama-sama sedang menjalani resolusi hidup sehat.

Baca juga: Berlebihan Olahraga Juga Berbahaya, Ini Batasannya

Secara umum pakar merekomendasikan olahraga sekitar 150 menit tiap pekannya. Olahraganya juga tidak perlu yang memiliki kesulitan tinggi atau membutuhkan biaya besar, seperti jalan kaki atau berkebun saja.(lll/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Database Dokter Obat Penyakit