detikhealth

Stres Karena Bisa Mendengar Suara Bola Matanya, Pria ini Bunuh Diri

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Sabtu, 03/02/2018 10:13 WIB
Stres Karena Bisa Mendengar Suara Bola Matanya, Pria ini Bunuh DiriTak tahan karena bisa mendengar suara bola matanya, Kevin akhirnya memutuskan mengakhiri hidupnya. Foto: Athena/The Sun
Jakarta, Gerakan-gerakan tubuh seperti detak jantung atau pergerakan bola mata memang tidak bisa didengar langsung oleh telinga. Namun ini tidak berlaku untuk sebagian kecil orang.

Salah satunya adalah mereka yang mengidap Superior Semicircular Canal Dehiscence Syndrome (SSCDS). Kondisi di mana seseorang bisa mendengar gerak-gerik internal tubuhnya ini tergolong sangat langka, diperkirakan hanya terjadi pada 1 dari 1.000 orang.

Akan tetapi nyatanya tak semua pengidap SSCDS bisa menerima kondisinya. Seperti halnya Kelvin Edmunds. Malangnya, pria asal Cyncoed, Cardiff itu akhirnya bunuh diri karena tak tahan mendengar pergerakan bola matanya.

"Ia bisa mendengar bola matanya bergerak-gerak, dan pada akhirnya ia pergi tidur untuk mendapatkan ketenangan," ungkap sang kekasih, Phanrutai Walford seperti dilaporkan The Sun.

Kelvin mengaku sangat putus asa karena tak ada yang bisa membantunya menghentikan bunyi tersebut. Saking putus asanya, Kelvin pernah menyumpal kedua telinganya dengan kertas tisu, meskipun ini tidak efektif.

Phanrutai menambahkan, Kelvin sudah beberapa kali mencoba menghilangkan nyawanya. Salah satunya terjadi di kediamannya sendiri, September silam.

Untungnya wanita berusia 46 tahun itu berhasil memotong tali yang digunakan Kelvin untuk gantung diri dan memberikan pertolongan lewat CPR.

Baca juga: Wanita Bertelinga Super, Bisa Dengar Suara Organ Tubuh Sendiri

Kevin tak tahan karena bisa mendengar suara pergerakan bola matanya.Kevin tak tahan karena bisa mendengar suara pergerakan bola matanya. Foto: Athena/The Sun


Pasca insiden tersebut, mantan gitaris sebuah band rock ini kemudian sempat mendatangi klinik psikiatri untuk mendapatkan penanganan.

Namun pada tanggal 5 Oktober, Kelvin tiba-tiba menghilang setelah melapor kepada pihak berwajib bahwa ia memutuskan pulang ke rumah. Ketika ditemukan, Kelvin sudah tak bernyawa, tepatnya di sebuah area hutan di Cwmbach.

Pria yang pernah bekerja sebagai insinyur di Libya itu dilaporkan mengidap SSCDS sejak 15 tahun lalu. "Moodnya sering memburuk karena kedua telinganya dan kepekaannya yang tinggi pada suara," tutur Andrew Barkley, petugas koroner dari Glamorgan.

Akibatnya pria yang meninggal di usia 61 tahun itu pernah nyaris ditahan atas tuduhan melakukan penganiayaan terhadap kekasihnya.

Saat itu Phanrutai juga berupaya menghentikan upaya bunuh diri yang dilakukan Kelvin. Kelvin pun marah besar lalu berusaha mencekik sang kekasih.

"Ia sudah menjalani dua kali operasi untuk mengatasi kondisinya, tetapi tak ada gunanya," tambah Phanrutai.

"Kami juga mengantongi bukti bahwa yang bersangkutan pernah melakukan riset tentang bunuh diri dan telah menuliskan surat wasiat beberapa minggu sebelumnya," pungkas Andrew.

Baca juga: Tenang! 4 Suara Aneh Ini Wajar Muncul dari Dalam Tubuh

(lll/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit