detikhealth

Studi Ini Sebut Sering Migrain Buka Peluang Lebih Besar Terserang Stroke

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Kamis, 08/02/2018 11:10 WIB
Studi Ini Sebut Sering Migrain Buka Peluang Lebih Besar Terserang StrokeJangan sepelekan migrain, bila perlu segera berkonsultasi dengan dokter. (Foto: iStock)
Jakarta, Migrain bisa saja terjadi jika Anda kelelahan atau telat makan. Namun bagi sebagian orang yang migrainnya kambuhan, Anda mungkin perlu berhati-hati.

Sebuah studi yang dilakukan peneliti Denmark mengungkap, mereka yang sering terserang migrain berisiko tinggi mengalami masalah pada jantungnya.

Peneliti sampai pada kesimpulan ini setelah mengamati data rekam medis dari 50.000 pengidap migrain selama 19 tahun lalu membandingkannya dengan yang tidak pernah migrain, yaitu sebanyak 500.000 orang.

Ternyata dalam kurun waktu tersebut, pengidap migrain berpeluang dua kali lebih tinggi untuk terserang stroke iskemik (jenis stroke paling umum akibat penyumbatan darah di otak).

Selain stroke, mereka juga berpeluang 49 persen lebih tinggi terkena serangan jantung, 59 persen penggumpalan darah di kaki atau paru-paru, dan 25 persen mengalami ketidakteraturan detak jantung.

Bahkan peneliti menemukan, peluang mereka terserang stroke sudah tinggi di tahun pertama didiagnosis migrain.

Baca juga: Sakit Kepala Sebelah Belum Tentu Migrain

"Ada sesuatu yang disebut 'vasopasm' di dalam pembuluh darah otak Anda," jelas peneliti, Kasper Adelborg, MD, PhD seperti dilaporkan Men's Health.

Vasopasma atau proses penyempitan pembuluh darah yang kemudian menghambat aliran darah ini dapat memicu terjadinya migrain. Namun di sisi lain, ternyata kondisi ini juga dapat memicu stroke.

Peneliti mengungkapkan, ada kemungkinan lain sehingga pengidap migrain dapat terserang stroke. Ini karena obat-obatan yang mereka minum untuk meredakan sakit kepalanya.

Obat-obatan yang tergolong ke dalam 'non-steroidal anti-inflammatory drugs' seperti ibuprofen telah lama diketahui dapat meningkatkan peluang seseorang untuk terkena serangan jantung, sebab mereka dapat memicu penggumpalan darah yang abnormal atau tidak biasa di dalam tubuh.

Untungnya, risiko stroke dan serangan jantung pada pengidap migrain ini dikatakan peneliti masih relatif rendah. Ambil contoh serangan jantung. Dalam studi ini ditemukan, untuk setiap 1.000 orang pengidap migrain, hanya 25 orang yang mengalami serangan jantung dalam kurun 19 tahun.

Peneliti mengatakan, bisa jadi ini karena partisipan rata-rata masih muda dengan usia rata-rata 30-an tahun. Sedangkan insiden seperti stroke dan serangan jantung jarang terjadi di usia-usia ini.

dr Frandy Susatia, SpS dari Siloam Hospital Kebon Jeruk pernah menjelaskan bahwa sakit kepala tidak selalu berarti gejala stroke karena penyebabnya sangat luas, semisal migrain, kecemasan, kurang tidur atau bahkan belum makan.

"Tidak perlu khawatir berlarut-larut. Menghindari kelelahan, tidur yang cukup dan berolahraga teratur sudah dapat mengurangi gejala tersebut," ujarnya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Dan bila gejalanya tidak kunjung membaik, berkonsultasi dengan dokter akan jauh lebih baik untuk mengetahui hasil pastinya.

Baca juga: Ini Lho Perbedaan Antara Migrain dan Sakit Kepala Biasa(lll/up)


 
Foto Terkait

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit