detikhealth

Artikel 18+

Hai Pria, Berhenti Percaya Mitos tentang Disfungsi Ereksi Ini (1)

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Sabtu, 10/02/2018 12:20 WIB
Hai Pria, Berhenti Percaya Mitos tentang Disfungsi Ereksi Ini (1)Foto: Thinkstock
Jakarta, Disfungsi ereksi memang hal yang paling memalukan yang bisa terjadi pada pria. Tetapi bukan berarti kondisi ini perlu ditakuti atau tidak bisa tertangani.

Perlu Anda ketahui bahwa sebagian informasi tentang disfungsi ereksi yang beredar kadangkala hanyalah mitos. Jika Anda tak pintar-pintar memilahnya, Andalah yang dirugikan.

Berikut beberapa mitos yang harus diluruskan tentang disfungsi ereksi (DE).

Baca juga: Pria yang Mengidap Diabetes Berisiko Disfungsi Ereksi

1. Anda belum terkena DE jika masih bisa ereksi
Daniel Williams, MD dari departemen urologi University of Wisconsin School of Medicine and Public Health mengatakan, definisi DE bagi tiap pria bisa berbeda-beda.

Ada yang mengatakan DE terjadi karena ketidakmampuan pria untuk ereksi dan mempertahankannya. Ada yang karena tidak bisa ereksi sama sekali, ada pula yang karena susah mempertahakannya saja. Jadi bukan satu definisi.

2. DE hanya dialami pria tua
Ada benarnya jika dikatakan peluang DE meningkat seiring dengan pertambahan usia. Tetapi sebuah studi yang dipublikasikan American Journal of Medicine, hanya 85 persen pria berusia 20-39 tahun yang mengaku 'selalu' atau 'hampir selalu' bisa mempertahankan ereksinya. Berarti sisanya atau 15 persen masih ada yang kesulitan untuk mendapatkannya ketika bercinta.

3. Sekali bermasalah di ranjang berarti DE
Jika hanya sesekali bermasalah dalam urusan ranjang, ini belum bisa disebut mengalami DE. Biasanya karena capek atau stres.

Tetapi jika kesulitan mencapai ereksi dan mempertahankannya selama tiga bulan atau lebih, itu bisa berarti ada masalah kronis di balik kondisi tersebut.

4. DE berarti ada masalah dengan Mr P saja
Justru banyak pakar mengatakan ereksi adalah penanda ada tidaknya masalah di sekujur tubuh Anda.

"Pembuluh darah ke penis hanya berdiameter 1-2 milimeter, sedangkan pembuluh darah di jantung dua kali lebih besar dari itu, jadi ketika pembuluh darah rusak karena hipertensi misalkan, maka gangguan ereksi menjadi penanda sebelum adanya nyeri dada atau gejala penyakit jantung," jelas ahli urologi dari Mayo Clinic, Tobias Kohler, MD, MPH, FACS.

Gangguan pada ereksi juga bisa berarti diabetes, rendahnya kadar testosterone hingga depresi.

5. DE itu hanya ada di pikiran saja
Williams mengatakan belum tentu demikian, karena dalam banyak kasus, DE merupakan dampak dari kombinasi faktor fisik dan psikis. Misal DE bisa terjadi karena pembuluh darah tersumbat. Tetapi dengan Anda makin stres memikirkannya, ini juga mempengaruhi ada tidaknya ereksi Anda.

(lll/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit