detikhealth

Mengenal Penyakit Hashimoto yang Bikin Gigi Hadid Terlihat Kurus

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Selasa, 13/02/2018 12:06 WIB
Mengenal Penyakit Hashimoto yang Bikin Gigi Hadid Terlihat KurusGigi Hadid menjadi perbincangan setelah tampil di New York Fashion Week. Ia terlihat sangat kurus, yang ternyata disebabkan oleh penyakit Hashimoto. Foto: Getty Images
Jakarta, Gigi Hadid menjadi perbincangan setelah tampil di New York Fashion Week. Model berusia 21 tahun itu terlihat sangat kurus, dan memancing reaksi netizen.

Gerah menjadi perbincangan, Gigi pun mencuit soal kondisi tubuhnya saat ia. Ia diketahui sedang menjalani perawatan penyakit autoimun yang disebut sebagai penyakit Hashimoto.

"Bagi kalian yang mempertanyakan mengapa tubuhku berubah setelah bertahun-tahun, aku belum didiagnosis mengidap penyakit Hashimoto saat memulai karir di usia 17 tahun," ujarnya di akun twitter @GiGiHadid.

Baca juga: Diprotes karena Terlalu Kurus, Ini Penjelasan Gigi Hadid

"Beberapa tahun terakhir aku menjalani pengobatan untuk kondisiku, yang membuatku mengalami kelelahan ekstrem, masalah metabolisme, sulit mempertahankan bentuk tubuh, dll. Aku juga menjalani pengobatan holistik untuk menyeimbangkan kadar tiroidku," tambahnya lagi.

Ia juga meminta para netizen untuk tidak mengejek para model yang bentuk tubuhnya tidak sesuai dengan standar kecantikan mereka. Setiap orang memiliki kecantikan pribadi masing-masing, dan menjelek-jelekkan orang lain hanya akan membuang energi.



Penyakit Hashimoto sendiri merupakan gangguan pada kelenjar tiroid yang membuat fungsinya tidak maksimal, atau dalam beberapa kasus menjadi tidak aktif sama sekali. Nama penyakit ini diambil dari dokter asal Jepang yang bernama Hakaru Hashimoto yang menemukan penyakit ini pada tahun 1912.

Gangguan pada produksi hormon tiroid ini memicu serangkaian gejala, termasuk kelelahan ekstrem dan gangguan metabolisme. Satu lagi efek penyakit Hashimoto adalah penambahan berat badan. Meski begitu, sebagian besar berat badan yang bertambah hanya air, dan bisa ditangkal dengan diet sehat.

Laporan dari jurnal Immunology menyebut 5 persen manusia berisiko mengalami penyakit Hashimoto. Meski begitu risiko terbesar dialami oleh wanita dengan rentang usia 30 sampai 50 tahun.

Pengobatan yang dilakukan berupa penambahan dosis hormon dari luar dengan obat bernama Synthroid. Tidak ada efek samping dari penggunaan obat ini. Hanya saja, pasien harus siap minum obat setiap hari seumur hidupnya.

Baca juga: Jangan Remehkan Gejala-gejala Ini, Bisa Jadi Gangguan Tiroid(mrs/up)


 
Foto Terkait

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit