ADVERTISEMENT

Kamis, 07 Nov 2013 19:45 WIB

Tak Cuma Penis, Ukuran Leher Pria Juga Pengaruhi Performa Bercintanya

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Selama ini performa bercinta pria lebih diukur dengan memperhatikan ukuran penisnya. Namun nyatanya sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa ukuran leher pria justru lebih bisa diandalkan untuk mengetahui seberapa baik 'aksinya' di tempat tidur.

Studi dilakukan oleh tim peneliti Turki ini menyimpulkan bahwa pria dengan leher yang besar lebih berisiko untuk mengalami disfungsi ereksi dibandingkan pria yang memiliki leher lebih kecil atau kurus, seperti dikutip dari Medical Daily, Kamis (7/11/2013).

"Lingkar leher dapat menjadi komponen baru sindrom metabolik pada disfungsi ereksi. Kami menemukan bahwa leher pria dengan panjang keliling 35 cm atau lebih memprediksi adanya disfungsi ereksi," jelas para peneliti.

Sementara itu menurut Mayo Clinic, pria yang mengalami disfungsi ereksi tidak lagi bisa mendapatkan atau mempertahankan ereksi saat berhubungan intim. Disfungsi ereksi dapat disebabkan oleh berbagai faktor biologis dan psikologis termasuk obesitas, kurang olahraga, merokok, konsumsi alkohol, obat-obatan terlarang, dan stres. Ini merupakan masalah kesehatan seksual yang paling banyak didiagnosis pada pria.

"Dokter harus agresif dalam mengelola pasien setengah baya dan lebih tua dengan disfungsi ereksi, khususnya di antara pasien dengan diabetes atau hipertensi," ungkap Dr Elizabeth Selvin, dari Department of Epidemiology, Bloomberg School of Public Health.

Studi dari University School of Medicine di Ankara, Turki, ini melakukan pengujian pada lebih dari 90 pria berusia antara 40-60 tahun. Hasilnya, pria yang lingkar lehernya di atas 35 cm lebih berisiko terkena disfungsi ereksi dibandingkan dengan pria lain yang terdaftar dalam penelitian.

"Ini adalah studi yang sangat menarik. Lingkar leher yang lebih besar juga terkait dengan sleep apnea. Sleep apnea sendiri terkait dengan gairah yang rendah," ungkap Dr David Goldmeier, dari St. Mary’s Hospital, Paddington, Inggris.

Studi sebelumnya juga telah mengungkapkan adanya hubungan antara sleep apnea dan hilangnya libido pada wanita atau disfungsi ereksi pada pria. Data dari studi di tahun 2009 menunjukkan bahwa 70 persen pria yang dirawat karena sleep apnea juga dirawat karena disfungsi ereksi. Para ilmuwan menyatakan bahwa penurunan dalam aktivitas seksual dan fluktuasi hormon seks juga bisa disebabkan oleh pola tidur yang tak teratur.



(vit/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT