Selasa, 28 Jan 2014 14:37 WIB

Bercinta Saat Hamil 8 Bulan, Amankah?

- detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Ketika hamil, wanita didera banyak keraguan dan kebingungan. Segala sesuatu yang biasanya dilakukan berubah menjadi hal yang kebenarannya dipertanyakan. Apakah aman melakukan kegiatan ini, itu, atau makan ini, itu? Hal lain yang sering menjadi pertanyaan adalah keselamatan bayi apabila ibu melakukan hubungan intim saat sedang hamil delapan bulan.

Bercinta selama kehamilan masih menjadi masalah kontroversial. Ketika sepuluh wanita dimintai pendapat mengenai hubungan intim saat hamil, akan didapat sepuluh jawaban berbeda. Bercinta selama kehamilan itu sendiri merupakan subyek perdebatan. Tidak ada heran jika hubungan suami istri selama bulan ke-8 kehamilan masih dipertanyakan.

Jika terlalu mempermasalahkan mengenai hubungan intim selama kehamilan bulan ke-8, Anda justru bisa mengalami stres dan ketegangan, yang sebenarnya tidak perlu. Mungkin mitos di sekitar mengatakan bahwa bercinta selama trimester pertama dan terakhir kehamilan dapat membahayakan janin.

Anda bisa berbahagia karena mitos itu tidak benar. Banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa hubungan intim ketika kehamilan memasuki bulan ke-8 tetap aman dilakukan. Meski aman, harus diingat bahwa ibu harus menghindari hubungan seksual jika memiliki komplikasi medis seperti perdarahan, plasenta previa atau letak plasenta abnormal, rahim yang lemah, atau infeksi vagina.

Berikut adalah alasan mengapa bercinta pada kehamilan bulan kedelapan tetap aman dilakukan, sebagaimana dikutip dari Boldsky dan ditulis pada Selasa (28/1/2014). Dengan demikian, Anda bisa mengatakan "iya" untuk setiap ajakan suami.

1. Tidak mengakibatkan kelahiran prematur
Alasan utama mengapa wanita menghindari hubungan seksual ketika hamil delapan bulan adalah risiko terjadinya kelahiran prematur. Namun tak perlu khawatir berlebih. Selama tidak memiliki komplikasi medis, bercinta pada kehamilan bulan ke-8 tidak akan mengakibatkan bayi lahir prematur.

2. Tidak akan menyakiti bayi
Adalah anggapan umum di kalangan ibu hamil bahwa melakukan hubungan suami istri pada bulan delapan kehamilan dapat melukai bayi. Faktanya, bayi akan tetap aman di dalam rahim karena ada "dinding" alami yang melindungi jabang bayi.

3. Meningkatkan kesehatan emosional
Kondisi mental ibu memberikan dampak yang besar pada perkembangan mental bayi dalam rahim. Bercinta selama masa kehamilan dapat menjaga kesehatan mental. Dengan bercinta, masa-masa hamil akan terasa lebih ceria dan menyenangkan.

4. Meningkatkan ikatan dengan pasangan
Malam-malam yang hampa mungkin tidak dapat ditoleransi pasangan. Cinta dan perhatian kepada istri yang hamil terkadang membuat suami menahan keinginan untuk melakukan hubungan intim. Karena tidak menimbulkan masalah, jangan kecewakan pasangan dengan malam yang datar.

5. Mencapai puncak? Aman
Kontraksi yang mungkin dialami dalam kenikmatan klimaks bersifat ringan dan tidak akan melukai bayi. Bayi akan aman di dalam rahim karena ada lendir tebal yang menutup leher rahim, kantung ketuban, dan otot-otot kuat di sekitar rahim.

6. Melakukan dengan aman
Ungkapkan masalah yang dihadapi ketika bercinta pada pasangan. Sebisa mungkin, pilih posisi yang tidak terlalu menekan perut. Selain itu, cinta tidak selalu dinilai melalui hubungan fisik. Pijat kaki, pelukan, atau ciuman juga merupakan bukti cinta.

Sangat penting untuk mengetahui kondisi kehamilan yang menyebabkan hubungan intim menjadi tidak aman. Selalu berkonsultasi pada dokter untuk setiap masalah yang dihadapi. Jika kesehatan janin terganggu akibat hubungan intim selama kehamilan, sebaiknya hindari melakukannya. Namun jika kehamilan sehat, mengapa tidak? Nikmati momen-momen yang ada dan dapatkan kegembiraan baru.



(vit/vit)
News Feed