Kamis, 03 Apr 2014 09:33 WIB

Kejahatan Seksual Marak? Beri Saja Obat Antilibido pada Pelakunya

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Maraknya kejahatan seksual membuat banyak orang menjadi cemas, terutama mereka yang memiliki anak gadis. Mengatasi semakin maraknya kasus pelecehan seksual, Andrew Tink, mantan anggota parlemen di Australia, mengajukan sebuah gagasan baru.

Menurut pria yang pernah menjadi bagian dari kejaksaan agung di New South Wales itu, para pelaku kejahatan seksual seharusnya diberi obat antilibido. Gagasan itu terinspirasi dari pengalamannya ketika menjadi pasien kanker.

Tahun 2009 lalu, Tink didiagnosis dengan kanker prostat. Penyakit itu membuat ia tak bisa leluasa melakukan hubungan intim. Untungnya hasrat Tink bisa diredam dengan obat antiandrogen yang berfungsi menghambat kerja hormonal kaum pria.

"Pengobatan antiandrogen yang diresepkan benar-benar bisa menekan hasrat seksual, seampuh pengebirian secara kimiawi dan juga menjamin impotensi," tutur Tink seperti dikutip dari Abc.net.au pada Kamis (3/4/2014).

Menurut Tink, obat tersebut merupakan langkah solutif untuk menghukum pelaku kejahatan seksual. Pasalnya pelaku kejahatan seksual biasanya memiliki hasrat seks yang menyimpang atau menggebu. Jika para pelaku kejahatan seksual diberi obat tersebut, menurut Tink, kasus kejahatan atau pelecehan seksual dapat diminimalisasi.

Pengebirian kimiawi bagi predator seks telah dilakukan di Polandia. Para pelaku kejahatan seksual di negara itu dihukum dengan menelan obat yang mampu mengendalikan hasrat seksual. Sebelum hukuman dilaksanakan tentunya terdakwa telah melewati proses pengadilan dan mendapatkan pertimbangan dari psikiater.

(vit/vit)