Selasa, 08 Jul 2014 19:31 WIB

Testis Tiba-tiba Bengkak? Waspadai Peradangan yang Bisa Berujung Kemandulan

- detikHealth
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Mengingat perannya sebagai pabrik sperma, ketika terjadi masalah pada testis atau buah zakar pasti akan menimbulkan kekhawatiran pada pria. Apalagi ketika terjadi peradangan pada testis yang bisa menyebabkan kemandulan.

Seperti diutarakan seksolog dr Andri Wanananda MS, peradangan buah zakar atau orchitis bisa disebabkan bakteri atau virus parotitis (gondongan). Petunjuk terjadinya peradangan pada testis salah satunya testis yang bengkak disertai demam.

"Bila salah satu pipi rahang bawah belakang bengkak, bisa dipastikan penyebabnya adalah gondongan. Nah, karena buah zakar adalah 'pabrik sperma', dianjurkan untuk segera berkonsultasi ke sebab keterlambatan pengobatan bisa menyebabkan kemandulan," terang dr Andri kepada detikHealth dan ditulis pada Selasa (8/7/2014).

Indikasi lain yang kemungkinan menunjukkan telah terjadi peradangan pada testis yakni pasca ejakulasi, terasa nyeri pada bagian ginjal dan sekitarnya. Bentuk testis pun bisa lebih lonjong dari biasanya.

Dikatakan dr Andri, orchitis merupakan komplikasi akibat gondongan di mana virus menyerang buah zakar sehingga mengganggu kualitas sperma. Efek samping paling parah dari komplikasi ini adalah kehilangan kesuburan secara permanen (kemandulan), meskipun hal ini jarang sekali terjadi.

"Laki-laki yang mengalami komplikasi ini biasanya mengalami kerusakan pada sel-sel yang menghasilkan sperma di testis. Hal inilah yang menyebabkan gondongan dapat mempengaruhi kesuburan, karena mengakibatkan penurunan produksi sperma," tegas dosen di Universitas Tarumanegara ini.

Namun, pada kasus ringan. komplikasi ini akan mengakibatkan produksi sperma terhenti sekitar 6 bulan sampai 1 tahun tetapi tergantung dari seberapa parah kerusakan sel yang terjadi.

"Salah satu cara untuk mencegah infeksi virus ini adalah melakukan vaksinasi untuk meningkatkan sistem kekebalan. Dengan imunisasi dapat mengurangi risiko gangguan kesuburan di kemudian hari," kata dr Andri.

(rdn/up)