Minggu, 19 Okt 2014 15:05 WIB

Jangan Salah, Gairah Bercinta Wanita Juga Bisa Memuncak Sebelum Haid Lho

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Selama ini, kondisi emosi yang tidak stabil kerap dikaitkan dengan masa menjelang haid yang dialami wanita. Tapi jangan salah, gairah bercinta kaum hawa pun turut berubah menjelang waktu haidnya lho.

Menanggapi hal ini, dr Katherine O'Connell White, Obstetrician-Gynecologist di Springfield, Massachusetts mengatakan pada dasarnya, gairah bercinta memang hal yang aneh dan misterius. Sebab, banyak faktor yang memengaruhi naik turunnya libido seseorang, termasuk perubahan hormon yang terjadi sebelum masa haid.

"Beberapa penelitian memang menunjukkan bahwa terjadi pelonjakan nafsu ketika wanita memasuki masa ovulasi dan di tengah siklus menstruasinya. Jadi wajar jika sebelum menstruasi wanita merasa lebih bergairah. Hal ini disebabkan karena melonjaknya hormon estrogen dan testosteron wanita." tutur wanita yang biasa disapa dr Kate ini.

Apalagi bagi pasangan suami istri, menjelang masa subur wanita (yang didahului dengan menstruasi) kesempatan memiliki anak pun lebih besar. Jika para istri bisa menandai kapan waktu mereka merasa paling bergairah, dr Kate menyarankan catatlah tanggal itu. Sebab, meski tidak sedang masa subur, bisa jadi kala itu menjadi waktu bercinta yang menggairahkan bukan?

Selain bertambahnya gairah bercinta sebelum menstruasi, masa seusai menstruasi pun bisa memengaruhi kenyamanan bercinta kaum hawa lho. Seperti penuturan seksolog dr Andri Wanananda MS, saat berhubungan intim selesai menstruasi vagina bisa terasa nyeri dan gatal.

Menurut dr Andri, kemungkinan penyebabnya yakni lubrikasi vagina yang belum optimal karena keseimbangan hormon estrogen dan progesteron belum tercapai sehingga lubrikasi vagina relatif lebih lama terjadi. Selain itu, bisa juga timbul rasa gatal pada vagina.

"Rasa gatal pada vagina disebabkan oleh perubahan pH cairan vagina yang masih bersifat basa saat haid dan baru selesai haid. Bila pH di bawah 7 petunjuk tingkat keasaman yang bisa mencegah bakteri dan reaksi alergi," tutur dr Andri kepada detikHealth beberapa waktu lalu dan ditulis pada Minggu (19/10/2014).


(rdn/up)