Selasa, 24 Mei 2016 10:35 WIB

Aplikasi Ini Hadir untuk Atasi Keengganan Pria Mengecek Sperma

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: admin Foto: admin
Tokyo - Penduduk Jepang nampaknya berada dalam titik kritis, di mana generasi mudanya tidak bertambah dan sebaliknya jumlah lansia di negara justru meningkat dari waktu ke waktu.

Rupanya hal ini dipicu oleh banyaknya pasutri di negara ini yang menunda untuk menikah dan memiliki keturunan. Seiring bertambahnya usia, banyak di antaranya yang kemudian malah mengalami kemandulan.

Namun Kementerian Kesehatan Jepang melaporkan dari sekian banyak pasangan yang mencari terapi kesuburan di Jepang, hampir separuh di antaranya disebabkan oleh kemandulan yang dialami para pria atau suami.

Terlepas apakah fakta itu memberikan gambaran infertilitas di Jepang secara umum atau tidak, permasalahan lain muncul ketika rata-rata pria Jepang malu untuk pergi ke klinik sendirian dan menjalani tes untuk memeriksa kualitas maupun kuantitas sperma mereka.

Kondisi ini lantas mendorong sebuah perusahaan di Jepang untuk mengembangkan aplikasi yang diberi nama Seem. Dengan aplikasi ini, para suami dapat mengecek jumlah sperma mereka di rumah saja.

Baca juga: Perlukah Pria Lakukan Tes Analisis Sperma Sebelum Menikah?

Lantas bagaimana cara kerjanya? Aplikasi ini dilengkapi lensa mikroskop yang dapat ditempelkan langsung di atas kamera ponsel dan sebuah cangkir kecil untuk menampung sperma. Selanjutnya, setetes sperma diletakkan di atas lensa dan biarkan aplikasinya menganalisis jumlah sperma yang terkandung dalam cairan tersebut.

"Mungkin butuh waktu 1-2 menit saja untuk mendapatkan hasilnya, jadi melakukan tes mandiri menjadi sangat mudah," kata Ryo Irisawa, pengembang aplikasi ini seperti dilaporkan ABC Australia.

Aplikasi seharga 50 dollar AS (Rp 679.000) ini bahkan tak hanya bisa menghitung jumlah sperma yang dipunyai seorang pria, tetapi juga motilitas atau pergerakan dan konsentrasi benihnya.

"Kami juga menayangkan hasilnya dalam bentuk grafik, jadi pengguna bisa mengecek sendiri apakah jumlah spermanya sudah sesuai standar WHO atau belum," tutup Irisawa.

Baca juga: Tak Perlu Cemas, Sperma Pas-pasan Bukan Berarti Tidak Subur

Kepada detikHealth, dokter ahli kandungan dari RS Pusat Pertamina, dr Frizar Irmansyah, SpOG, pernah menyebutkan bahwa pemeriksaan sperma merupakan hal yang penting dan sebaiknya dilakukan oleh calon pengantin.

"Menurut saya (pemeriksaan sperma) penting, karena bisa saja dia nggak ada sperma, berarti nggak bisa menghamili dong. Karena yang menentukan kehamilan salah satunya sperma," tuturnya beberapa waktu lalu (lll/vit)