Kamis, 02 Jun 2016 15:32 WIB

Awas! Kekurangan Hormon Seks Bikin Pria Lebih Rentan Mati Muda

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Kekurangan hormon testosteron tidak hanya menurunkan gairah seks pada pria. Jika tidak tertangani, dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko kematian dan sindrom metabolik.

Testosteron yang juga dikenal sebagai hormon seks pria, dihasilkan oleh kelenjar gonad di testis. Kondisi yang menyebabkan penurunan kerja testis dalam menghasilkan testosteron dikenal sebagai hipogonadisme.

"Pria dengan hipogenadisme 3 kali lebih rentan mengalami sindrom metabolik dan 1,3 kali lebih rentan mengalami risiko kematian," kata dr Johannes Soedjono, MKes, SpAnd, seksolog dari Universitas Hang Tuah Surabaya, Kamis (2/6/2016).

Normalnya, hipogonadisme dan penurunan kadar testosteron terjadi pada pria di usia 40-an tahun ke atas. Dimulai pada rentang usia tersebut, kadar testosteron akan turun sekitar 2-3 persen tiap tahun. Namun pada kondisi tertentu, hipogonadisme juga bisa terjadi di usia yang lebih muda.

Baca juga: Gejala Hipogonadisme: Gairah Seks Pria Menurun Hingga Cepat Lelah



Dampak yang sudah banyak dikenali adalah menurunnya gairah seks. Namun di luar itu, ketidakseimbangan hormon akibat hipogonadisme juga berpengaruh ke seluruh sistem organ di dalam tubuh pria. Sensitivitas insulin misalnya, ikut berkurang sehingga meningkatkan risiko sindrom metabolik.

Sebuah data mengungkap penggunaan obat anti androgen untuk menekan testosteron pada kanker prostat, berhubungan dengan berbagai peningkatan risiko penyakit. Hanya dalam jangka 2 tahun, risiko diabetes meningkat 44 persen, penyakit jantung koroner meningkat 16 persen, infark myokard meningkat 11 persen dan kematian mendadak meningkat 16 persen.

Baca juga: Kenali Hipogonadisme dan Hipospadia, Dua Kondisi Penyebab Kelamin Ambigu (up/vit)