Jumat, 10 Feb 2017 07:36 WIB

Makan Taoge Bikin Sperma Tokcer, Benar Tidak Ya?

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Saat pasangan suami istri sedang berencana ingin punya anak, biasanya sang suami akan 'dihantam' dengan anjuran untuk banyak-banyak makan taoge. Asupan ini diyakini bisa membuat sperma jadi sehat dan berkualitas tinggi.

Namun benarkah informasi tersebut? Menurut nutrisionis Jansen Ongko, MSc, RD pemahaman yang menyatakan bahwa taoge dapat meningkatkan kesuburan sampai saat ini belum terbukti dengan penelitian ilmiah. Oleh sebab itu, belum diketahui tingkat keakuratannya.

"Dari segi gizi, sebanyak 30 persen ketidaksuburan (infertility) dipengaruhi akibat gaya hidup, terutama pola makan yang tidak sehat seperti makan makanan yang tinggi akan kandungan lemak dan gula tambahan," tutur Jansen kepada detikHealth.

Taoge sendiri merupakan salah satu jenis sayur yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Umumnya taoge dibuat dari kacang hijau, walaupun ada juga yang terbuat dari kacang kedelai. Proses pertumbuhan biji menjadi taoge merupakan proses yang memecah bentuk biji-bijian.

Baca juga: The Rainbow Diet, Tren Diet Warna-warni untuk Tubuh Langsing dan Sehat

Jansen menjelaskan bahwa proses inilah yang membantu meringankan kerja sistem pencernaan dalam tubuh dan membantu penyerapan zat besi, vitamin C dan zinc yang terkandung di dalam toge.

Selain itu, toge juga mengandung vitamin B, vitamin E, dan karotenoid yang tinggi. Meski demikian, Jansen berpesan Anda sebaiknya menghindari konsumsi taoge yang tidak matang atau tidak dimasak, karena kebanyakan taoge tersebut memiliki bakteri yang bisa menyebabkan infeksi pada saluran pencernaan seperti bakteri salmonella dan E.Coli.

Nah, untuk meningkatkan kualitas sperma, Anda lebih dianjurkan untuk menerapkan pola makan seimbang, bukan dengan banyak-banyak mengonsumsi taoge. Kurangi makanan yang mengandung lemak trans dan tinggi gula. Makanan berlemak disebut Jansen dapat memengaruhi hormon estrogen dan meningkatkan berat badan, sehingga mengganggu kesuburan.

Selain itu, tingkatkan konsumsi sayuran dan buah-buahan terutama yang mengandung vitamin C, E dan B kompleks. Vitamin-vitamin ini selain penting untuk pengaturan hormon-hormon, juga dapat memperbaiki kualitas sperma. Mineral yang penting untuk kesuburan yaitu seng (zinc), tembaga dan selenium.

"Zinc bisa didapat dari makanan seperti buncis, kacang-kacangan, keju, daging sapi, ayam dan aneka ikan laut. Seafood, gandum, jagung, polong-polongan juga banyak mengandung tembaga dan selenium," tutur Jansen.

Baca juga: Sayuran Segar Vs Sayuran Beku, Mana yang Lebih Baik? (ajg/vit)