Kamis, 06 Jul 2017 09:37 WIB

Pria-pria Ini Pilih Melampiaskan Hasrat Seks dengan Boneka

Widiya Wiyanti - detikHealth
Boneka seks kerap dijadikan pelampiasan hasrat seksual. Foto: Getty Images Boneka seks kerap dijadikan pelampiasan hasrat seksual. Foto: Getty Images
Jakarta - Semakin berkembang pesat dunia teknologi, semakin beragam pula produk-produk yang diciptakan. Boneka seks salah satunya, yang dibuat hampir sempurna menyerupai manusia.

Dikutip dari New York Post, Kamis (6/7/2017) bahwa setiap tahunnya sebanyak dua ribu boneka seks terjual habis di Jepang. Harganya dibandrol mulai dari 6 ribu US dollar atau setara dengan 80 juta rupiah. Harga yang fantastis untuk memenuhi kebutuhan seksual para pria.

"Mereka terlihat sangat nyata sekarang dan rasanya seperti menyentuh kulit manusia. Lebih banyak pria membelinya karena mereka merasa bisa benar-benar berkomunikasi dengan boneka itu," ujar Hideo Tsuchiya, manager pembuatan robot Orient Industry, Jepang.

Baca juga: Robot Seks Makin Populer, Ini Sisi Gelap yang Dikhawatirkan Para Ahli

Boneka seks kerap dibeli oleh pria cacat dan duda, dan sebagian beranggapan bahwa menggunakan boneka seks ini bisa menghindarkannya dari rasa sakit hati terhadap perempuan.

Boneka seks siap dipasarkan.Boneka seks siap dipasarkan. Foto: Getty Images


Beberapa pria di Jepang menganggap boneka seks ini jauh lebih baik dibandingkan istrinya. Masayuki Ozaki (45) contohnya, ia mengaku jatuh cinta pada pandangan pertama dengan boneka seks yang ia beri nama Mayu, kemudian ia membelinya.

"Istri saya sangat marah saat pertama kali saya membawa pulang Mayu. Setiap hari dia tidak tahan dengan itu," ujarnya.

Ia menyebut bahwa mulai merasa kesepian karena berhenti berhubungan seks dengan istrinya pasca melahirkan, maka dari itu ia mengalihkannya kepada boneka seks yang ia beli.

Sama halnya dengan Senji Nakajima (62) yang menamai boneka seksnya Saori. Ia mengaku telah menemukan cinta sejati yang tidak akan mengkhianatinya.

"Saya tidak akan pernah mengkhianatinya, bahkan dengan seorang pekerja seks sekalipun, karena bagi saya dia manusia," ujar Nakajima.

Maraknya hal ini membuat para ahli khawatir dengan tingkat kelahiran di Jepang yang bisa menurut. Hal ini menimbulkan masalah serius bagi masa depan ekonomi Jepang karena jumlah pekerja pun akan berkurang.

Selain boneka seks, ada juga robot seks yang lebih ultra-realistis. Beberapa di antaranya bahkan bisa berbicara.



Baca juga: Mengintip Proses Pembuatan Robot Seks di Pabriknya

(wdw/up)