Sabtu, 09 Feb 2019 09:15 WIB

Punya Fantasi Threesome, Normal atau Gangguan Jiwa?

Ayunda Septiani - detikHealth
Tidak semua fantasi seks bisa dengan mudah dikatakan sebagai gangguan jiwa. (Foto ilustrasi: iStock) Tidak semua fantasi seks bisa dengan mudah dikatakan sebagai gangguan jiwa. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta - Threesome memang bukan fantasi yang lazim, karena melibatkan lebih dari dua orang dalam satu sesi bercinta. Tetapi untuk menyebutnya sebagai gangguan jiwa, ternyata tidak semudah itu.

Seksolog dari RS Siloam, dr Heru Oentoeng, SpAnd menyebut bahwa diagnosis perilaku seks menyimpang harus mengacu pada DSM (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders) 5. Dan menurut panduan tersebut, tidak semua fantasi seks termasuk penyimpangan.

Dalam kasus yang baru-baru ini heboh di Jakarta Selatan, perilaku seks threesome dilakukan dengan melibatkan anak tiri yang bahkan masih di bawah umur. Sang anak diiming-imingi imbalan agar mau melayani nafsu bejat orang tua tirinya.

"Kalau diiming-imingi uang dan hp kan itu salah satu bentuk rayuan. Seolah-olah memaksa dalam arti ada imbalan, itu sudah termasuk dalam kategori nggak benar," jelas ahli andrologi dan seksologi yang akrab disapa dr Heru tersebut.



Dikatakan penyimpangan atau gangguan seks apabila tidak bisa melakukan hubungan seks dengan lazim, misalnya hanya bisa threesome untuk bisa mendapatkan kepuasan. Berlaku juga pada fantasi maupun perilaku seksual lainnya.

"Seperti pedofilia yang tidak bisa melakukan hubungan seksual dengan orang dewasa. dia hanya bisa puas dengan anak-anak. Itu gangguan seksual, atau misalnya fetish yang harus memakai alat-alat tertentu yang merangsang. Jadi objek kan itu bukan partner, itu baru dikatakan gangguan seksual," jelas dr Heru.

(up/up)
News Feed