Jumat, 06 Sep 2019 21:32 WIB

Perubahan Fisik di Area 'Sensitif' Pria Saat Beranjak Tua

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Mr P berubah bentuk dan penampilan saat termakan usia (Foto: iStock) Mr P berubah bentuk dan penampilan saat termakan usia (Foto: iStock)
Jakarta - Proses penuaan melibatkan seluruh organ tubuh, tak terkecuali alat kelamin. Pada pria, tiap fase lebih banyak dipengaruhi oleh kadar hormon testosteron.

Penis mengalami banyak perubahan bentuk, mulai dari testis, skrotum, batang penis hingga rambut kelamin. Penyempurnaan dimulai sampai usia 20-an, dan kadar hormon testosteron juga melonjak pada usia pubertas hingga awal 20-an.

Dikutip dari WebMD, pada usia 20 hingga 40 tahun, kadar testosteron akan menurun namun minim perubahan. Pada usia 40 tahun ke atas, tubuh mulai untuk membuat lebih banyak protein yang disebut sex hormone binding globulin (SHBG) yang menempel pada testosteron di dalam darah.



Beberapa perubahan lainnya antara lain:

1. Rambut kelamin: seperti rambut lainnya di seluruh tubuh, rambut kelamin juga akan menipis dan bisa berubah menjadi putih seperti uban.

2. Ukuran penis: terlihat tidak sebesar sebelumnya. Ukuran asli mungkin tidak terlalu banyak berubah, namun bila kamu memiliki lemak di bagian atas penis, area tersebut bisa melorot dan membuat penis terlihat lebih kecil.

3. Bentuk penis: beberapa pria, seiring bertambahnya usia penis bisa berbentuk melengkung. Sehingga berdampak pada panjang, ketebalan dan fungsinya. Biasanya disebabkan oleh penyakit Peyronie's yang diakibatkan trauma fisik.

4. Testis: organ kecil dalam skrotum masih ada untuk memproduksi sperma. Namun dengan menurunnya kadar kolesterol, produksi sperma bisa melambat dan testis menyusut.

5. Skrotum: berfungsi untuk menjaga suhu testis untuk memproduksi sperma yang optimal. Pada skrotum terdapat otot lunak yang berkontraksi untuk menarik testis dekat dengan tubuh agar hangat atau menjauh agar mendingin. Semakin menua, otot ini semakin menurun fungsinya, ditambah dengan pengurangan elastisitas kulit, skrotum akan jadi semakin 'melorot'.

6. Fungsi penis: saraf-saraf dalam penis menjadi lebih sedikit sensitif seiring dengan bertambahnya usia. Sehingga menyulitkan untuk rangsangan dan mencapai orgasme. Kemungkinan besar adanya disfungsi ereksi karena penurunan kadar testosteron.

Bisa jadi pelaku utamanya adalah ketidakmampuan tubuh untuk menahan darah di penis. Saat hal ini terjadi, mungkin kamu bisa ereksi namun tak dapat bertahan lama. Darah mengalir ke penis namun otot yang menua di sekitar jaringan ereksi bisa tak sanggup menahannya. Pada akhirnya, semakin menua, bisa jadi akan semakin sulit untuk 'mengeras'.



Simak Video "Kisah Pasangan Suami-Istri Abdikan Hidup Jadi Relawan Inkubator"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)