Rabu, 30 Okt 2019 19:27 WIB

Apa Sih yang Terjadi pada Tubuh Wanita Saat Bercinta? Ini Kata Ahli

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi seks. Foto: iStock Ilustrasi seks. Foto: iStock
Jakarta - Secara ilmiah, tubuh wanita mengalami perubahan saat berhubungan seksual. Berhubungan seksual bukanlah hanya proses penis masuk dalam vagina lalu menimbulkan rangsangan, namun jauh lebih dari itu.

Menurut Jamil Abdur-Rahman, MD, dokter kandung terdaftar dan ketua ob-gyn di Vista East Medical Center, yang terjadi pada tubuh wanita adalah simfoni aktivitas. Adanya siklus respons seksual, meliputi 5 fase dan 19 hal yang terjadi, seperti berikut ini dikutip dari SELF:



A. Fase pertama

Fase pertama adalah di mana kita merasakan gairah seksual yang menjadi bagian dari siklus respons seksual dan sangat penting, terutama bagi perempuan. Gairah seksual adalah respons dari hal-hal sebelumnya ada seperti rangsangan fisik, atau bahkan hanya sekali lirikan seksi. Sehingga bagi para wanita, gairah seksual adalah hal yang pertama kali datang. Namun bagi beberapa wanita, gairah ini tidak akan muncul sebelum adanya kontak fisik dan hal tersebut normal-normal saja.


B. Fase kedua

Di fase ini, tubuh akan merespon pada gairah tersebut atau adanya stimulasi dari pasangan. Berikut 8 hal yang umumnya terjadi:

1. Denyut jantung dan tekanan darah mulai meningkat.

2. Bergantung dengan warna kullit, jika semakin terang mungkin Anda akan menyadari adanya rona merah yang menyelubungi bagian dada dan leher.

3. "Tubuh melepaskan lebih banyak nitric oxide, yang menyebabkan semua otot jadi rileks dan juga menyebabkan suplai darah ke vagina dan serviks sedikit naik," kata Abdur-Rahman.

4. Aliran darah ekstra tersebut juga memicu lubrikasi di vagina.

5. Klitoris akan mengalami ereksi, sama seperti yang terjadi pada penis, saat terisi oleh darah.

6. Ada bagian dari vagina yang dekat dengan serviks akan melebar sementara bagian bawahnya agak mengerut. Menurut Dr Abdur-Rahman, pelebaran ini membuat vagina siap dan lebih mudah untuk melakukan penetrasi dan menyebabkan adanya sedikit aksi 'menghisap' yang membantu mengarahkan sperma ke serviks.

7. Aliran darah ekstra juga menyebabkan puting ereksi dan menjadi lebih sensitif. Faktanya justru hampir seluruh area di payudara Anda terasa lebih sensitif semakin terangsang Anda, sehingga tak perlu malu untuk meminta suami untuk mengeksplornya lebih jauh.

8. Mendekati orgasme, otot-otot mulai menegang.



C. Fase Ketiga

Fase ini merupakan di mana seks tengah berlangsung dan rangsangan seksual yang semakin intens dan diperpanjang. Ada lima hal yang terjadi dalam fase ini, yakni:

9. "Adanya aktivitas yang meningkat di bagian kepuasan di otak seperti amygdala dan hippocampus. Semakin terangsang seorang wanita, semakin banyak bagian dari otak yang terkait dengan rasa cemas menutup, penting bagi orgasme wanita," kata Dr Abdur-Rahman.

10. Kadar dopamin dan epinefrin sedang meningkat. Dopamin adalah pemancara saraf untuk rasa puas, sedangkan epineffrin lebih dikenal sebagai adrenalin. Kadar kedua hormon membantu untuk memastikan aliran darah telah diarahkan ke area yang paling penting aktivitas seksual, seperti otot skeletal, yang membantu gerakan saat penetrasi. Adrenalin juga membantu menambah energi Anda.

11. Vagina Anda dalam fase ini bagaikan mengalami perubahan magis, seperti dinding vagina Anda berubah menjadi warna ungu gelap, meski tak terlalu terlihat. Kemudian labia minora juga mengelap, yang lebih terlihat.

12. Kontraksi otot mulai berubah menjadi kejang otot di beberapa bagian tubuh seperti tangan, kaki, dan wajah.

13. Kelenjar bartholind, yang berperan besar bagi ejakulasi pada wanita, melepaskan lebih banyak pelumas.

14. Klitoris menjadi lebih sensitif daripada biasanya, namun akan 'mundur' sedikit di bawah penutupnya untuk menghindari adanya stimulasi berlebihan.


D. Fase keempat

Fase keempat merupakan fase orgasme ataupun klimaks, namun orgasme tiap wanita berbeda-beda dan meski Anda tak orgasme sekalipun seks akan terasa sama luar biasanya. Ada 4 hal yang terjadi, antara lain:

15. Denyut jantung, pernapasan, dan tekanan darah sedang berada di puncak

16. "Ada peningkatan besar di bagian produksi oksitosin atau hormon kepuasan," kata Dr Abdur-Rahman. Sebagai tambahan, oksitosin juga menyebabkan rahim berkontraksi untuk membantu cairan semen masuk ke dalam serviks.

17. Otot mulai berkedut keras. Secara spesifik, vagina, anus, dan otot pelvis, dan terkadang rahim juga berkontraksi 5 hingga 12 kali hanya dengan 0,8 detik tiap kontraksi, menurut Planned Parenthood.

18. Pada beberapa wanita, mereka mengalami ejakulasi wanita, namun meskipun begitu, tak selalu ejakulasi ini terjadi bersamaan saat orgasme.


E. Fase kelima

Fase kelima merupakan fase terakhir di mana proses seks telah usai atau Anda bersiap untuk ronde kedua. Umumnya, pasutri akan berpelukan dan saling mengecup untuk menjaga keintiman usai seks. Hal terakhir yang terjadi adalah:

19. Semuanya mulai dari denyut jantung hingga payudara sampai labia kembali ke normal, kecuali serviks. Menurut situs Planned Parenthood, liang serviks akan terus terbuka untuk membantu cairan semen menuju rahim. Setelah 20-30 menit, 'gerbang' ini menutup.

Simak Video "Ini 4 Ciri Wanita Palsukan Orgasme"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)