Kamis, 14 Nov 2019 22:01 WIB

6 Hal Buruk yang Bisa Terjadi Saat Pasutri Berhenti Bercinta (2)

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi pasangan berhenti bercinta. Foto: thinkstock Ilustrasi pasangan berhenti bercinta. Foto: thinkstock
Jakarta - Kehidupan seksual memiliki peran penting dalam hidup pasangan suami-istri. Sesi bercinta yang intim mungkin sudah bukan lagi hal yang menjadi prioritas, padahal seharusnya tidak seperti itu.

"Riset tentang fungsi seksual secara konsisten menunjukkan peningkatan libido dan kesenangan dalam hubungan baru. Meskipun saya tidak menganjurkan orang mencari pasangan baru untuk meningkatkan kehidupan seks mereka, saya akan mendorong mengeksplorasi dan menyelidiki kebaruan, perubahan dan pergeseran perspektif dalam hubungan mereka saat ini. Mengelola stres, kelelahan, dan citra tubuh yang buruk juga dapat membantu," tutur ginekolog Sheila Loanzon, MD.

Dirangkum dari Live Strong, berikut 6 hal buruk yang bisa terjadi saat Anda berhenti bercinta:



1. Kurangnya pelumas

Pelumas alami atau tingkat 'basah'nya kelamin berperan penting dalam proses perangsangan seksual. Rangsangan seksual menstimulasi kelenjar yang memproduksi pelumas di vagina. Apabila wanita jarang mengalami rangsangan seksual, ia bisa berisiko mengalami vagina kering, yang akan membuat proses seks menjadi sakit.

2. Mood menurun

Menurunnya aktivitas seksual berbanding lurus dengan mood, sesuai dengan riset yang dipublikasikan Journal of Economic Behavior and Organization pada Mei 2015. Jika Anda merasa sedih atau depresi, bisa jadi Anda kurang sesi bercinta bersama pasangan dan bisa jadi kurang tertarik untuk melakukannya. Seks telah terbukti dapat meningkatkan mood.

3. Manfaat kesehatan bagi jantung menurun

Seks membantu meminimalisir stres dan bermanfaat bagi kesehatan jantung, stres dan kesehatan kardiovaskular yang buruk bisa meningkat apabila sesi bercinta berkurang. Sebuah studi menyebutkan bahwa frekuensi seks yang rendah terkait dengan kemungkinan terkena penyakit kardiovaskular.



4. Rendahnya fungsi imun

Sentuhan, rangsangan, dan orgasme menurunkan kadar stres di tubuh melalui rasa kepuasan, memberikan Anda rasa nyaman dan melepaskan serta memfungsikan hormon endorfin dengan tepat. Hal ini sangat membantu sistem imun karena tubuh yang tak terlalu stres dapat mencegah datangnya penyakit lebih baik. Tak lagi berhubungan seksual bisa membalikkan manfaat ini dan membuatmu rentan terkena penyakit.

5. Menurunnya libido

Semakin jarang kamu berhubungan seks, semakin sedikit kamu menginginkannya. Banyak orang dan pakar menyebutkan bahwa libido bisa hilang jika tak digunakan. Dari sudut pandang fisik, jarang seks berdampak buruk pada kesehatan seksual Anda, seperti vagina kering atau disfungsi ereksi, dan juga tubuh menjadi sulit terangsang. Dan bisa jadi, lama-lama tubuh malah justru menjadi terbiasa.

6. Rendahnya rasa percaya diri

Saat wanita khawatir jarang melakukan seks, mereka sering menyalahkan diri mereka sendiri karena mungkin mereka melakukan kesalahan. Seiring waktu, hal ini bisa berdampak pada kepercayaan diri dan gairah untuk melakukan hubungan seksual.



Simak Video "Menurut Riset, Ini 10 Waktu Favorit untuk Bercinta"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)