Kamis, 28 Nov 2019 18:07 WIB

Video Gangbang Gemparkan Bali, Ini Dampak Seks Brutal pada Wanita

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Perilaku seks brutal semacam gangbang bisa berdampak pada kesehatan seksual (Foto: iStock) Perilaku seks brutal semacam gangbang bisa berdampak pada kesehatan seksual (Foto: iStock)
Jakarta - Perilaku seks gangbang alias keroyokan kembali jadi perbincangan, kali ini menyusul video yang beredar melalui grup Whatsapp di Bali. Berdurasi 40 detik, ada 3 pria dan 1 wanita yang terlibat di dalamnya.

Dari berbagai macam variasi seksual, perilaku gangbang terbilang brutal karena satu orang harus melayani beberapa partner sekaligus. Secara fisik maupun kejiwaan, tentu berisiko memicu trauma pada wanita yang berdampak pada disfungsi seksual vaginismus.

"Penyebab Vaginismus bisa terjadi secara emosional," jelas dokter kandungan dr Ni Komang Yeni, SpOG, ditemui detikcom baru-baru ini.

"Bisa karena stres yang berlebihan, tidak percaya pada pasangan, memiliki riwayat pelecehan seksual, atau riwayat trauma seksual. Jika wanita memiliki riwayat trauma seksual, ia harus segera dirujuk untuk penilaian pengobatan lebih lanjut," jelasnya.



Vaginismus yang disinggung dr Yeni merupakan kondisi otot vagina yang mengalami kontraksi berlebihan sehingga memicu nyeri. Bahkan menyulitkan atau menghalangi terjadinya penetrasi oleh penis saat berhubungan seks.

"Dalam kondisi ini, penetrasi akan terasa seperti 'menabrak dinding' dan akan menimbulkan rasa nyeri pada kedua pasangan," terang dr Yeni.



Simak Video "Teknik Meditasi Pernapasan Sederhana"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)