Selasa, 03 Des 2019 22:18 WIB

4 Fakta Soal Rambut Kemaluan Wanita, Menghangatkan Vagina Salah Satunya

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi rambut kemaluan. Foto: thinkstock Ilustrasi rambut kemaluan. Foto: thinkstock
Jakarta - Rambut kemaluan atau rambut pubis memiliki fungsi yang penting bagi wanita. Rambut yang cenderung lebih kasar ini melindungi areal tubuh yang paling pribadi dari serangan infeksi penyakit.

"Pada wanita, rambut pubis melindungi jalan masuk vagina dari infeksi bakteri dan penyebab penyakit lainnya. Perlindungan ini mencegah wanita mengalami infeksi jamur, vaginitis, dan infeksi saluran kemih," kata dokter ahli kandungan dan bedah ginekologi dengan minimal invasive Jessica Shepherd, MD, dari Baylor University Medical Center dikutip dari Health.



Dengan fungsi yang sangat penting, ada beberapa hal yang harus diketahui terkait rambut kemaluan. Ini penjelasannya dikutip dari berbagai sumber.

1. Keriting dan kasar

Dikutip dari Men's Health, tidak ada benar-benar tahu penyebab rambut pubis selalu lebih keriting dan kasar dibanding yang tumbuh di areal tubuh lain. Struktur ini bisa jadi berkaitan dengan fungsi rambut pubis sebagai perlindungan seperti yang dijelaskan dokter spesialis kulit Marc Glashofer.

"Rambut pubis mencegah interaksi yang bisa mengakibatkan kulit merah dan luka saat bercinta. Yang lebih penting, rambut kemaluan melindungi organ kelamin dari bakteri dan penyebab penyakit lain," kata Glashofer.

2. Menghangatkan vagina

Menurut dokter ahli kandungan Sherry Ross, MD, rambut kemaluan membantu vagina tetap hangat dan nyaman bagi wanita. Pubic hair juga berfungsi sebagai bantalan saat bercinta atau melakukan aktivitas lain yang memberi tekanan pada vagina.

Fungsi lain dari rambut pubic yang tidak boleh dilupakan, menurut dr Ross, adalah sebagai perangkap feromon. Zat kimia ini diproduksi tubuh secara alami untuk menarik pasangannya.



3. Sebaiknya dicukur atau tidak?

Dalam riset yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Dermatology, lebih dari 83 persen wanita memilih mencukur rambut kemaluan. Sebanyak 60 persen wanita mengatakan alasan utama mencukur rambut pubik adalah untuk kebersihan. Namun ternyata, rambut pubis yang dicukur atau tidak, tidak memengaruhi tingkat kebersihan areal pribadi.

"Tingkat kebersihan antara areal pribadi yang rambut pubisnya dicukur atau tidak ternyata sama. Dengan rambut yang lebat, usaha menjaga areal pribadi tetap kering dan bebas keringat menjadi lebih sulit. Akibatnya risiko munculnya aroma tidak enak menjadi lebih besar. Namun jika rambut kemaluan dicukur habis, areal pribadi tak punya perlindungan menghadapi patogen penyebab penyakit," kata dr Shepherd.

4. Bagaimana jika hendak dicukur?

Jika wanita merasa terganggu, maka tak ada salahnya mencukur rambut kemaluannya meski tidak sampai habis. Tidak ada aturan berapa kali dalam satu minggu atau bulan sebaiknya rambut kemaluan dicukur.

Sebelum mencukur, pastikan tangan dan gunting yang akan digunakan dalam kondisi bersih. Bila perlu gunakan kaca untuk memastikan arah mencukur sesuai dengan pertumbuhan rambut dan mencegah cedera. Selain itu, gunakan pelembab sebelum dan setelah mencukur rambut kemaluan.



Simak Video "Teknik Meditasi Pernapasan Sederhana"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/wdw)