Jumat, 13 Des 2019 19:14 WIB

Benarkah Keseringan Masturbasi Membuat Produksi Sperma Menurun?

Meytha Cahyasari - detikHealth
Ilustrasi apakah masturbasi mengurangi produksi sperma? Foto: thinkstock
Jakarta - Secara medis, masturbasi dianggap cara paling sehat untuk dapat menyalurkan dorongan seksual seorang pria maupun wanita yang belum memiliki pasangan. Namun, banyak informasi yang beredar mengatakan bahwa terlalu sering masturbasi dapat menyebabkan menurunnya produksi sperma, benarkah?

Berdasarkan beberapa penelitian, hal itu merupakan mitos belaka. Keseringan masturbasi memang dapat mengurangi volume semen (air mani), namun tidak memengaruhi kualitas sperma.

Sebaliknya, pria yang tidak melakukan masturbasi atau ejakulasi dalam jangka waktu yang lama justru dapat berisiko mengalami masalah kesuburan.


Mitos lainnya menyebut bahwa terlalu sering masturbasi bisa menyebabkan kulit penis jadi lebih hitam. Namun, seksolog dr Nugroho Setiawan, MS, SpAnd, membantah hal ini.

"Masturbasi tidak menyebabkan kulit penis jadi berubah," katanya, dalam sebuah perbincangan dengan detikcom beberapa waktu lalu.

Warna kulit di bagian penis menurutnya tidak berhubungan dengan aktivitas seksual. Bahkan, anggapan bahwa kulit penis lebih gelap dibanding kulit di bagian tubuh lainnya juga tidak selalu benar.

Namun, pria harus tahu bahwa keseringan masturbasi memiliki risiko fisik juga lho. Pria dapat melukai penis mereka jika masturbasi terlalu keras atau terlalu sering (tanpa pelumas), tetapi masturbasi dianggap bentuk ekspresi seksual yang tidak membawa risiko IMS (Infeksi Menular Seksusal).



Simak Video "Kata Psikolog Soal Siswi di Sulsel Dilecehkan Beramai-ramai"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)