Minggu, 30 Agu 2020 19:11 WIB

3 Hal yang Tanpa Disadari Bikin Sperma Tak Melimpah Lagi

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
ilustrasi sperma Sperma menyusut karena beberapa hal (Foto: iStock)
Jakarta -

Memiliki kualitas sperma yang sehat menjadi impian para pria. Terlebih bagi pasangan yang sedang menjalani program hamil, memastikan kualitas sperma tetap sehat menjadi salah satu hal penting.

Sperma yang sehat umumnya memiliki tekstur yang kental. Selain itu, ciri-ciri sperma yang sehat bisa dilihat dari warnanya yang jernih.

Sementara sperma yang tidak sehat umumnya jumlahnya lebih sedikit dan teksturnya cair. Setidaknya ada tiga kebiasaan yang bisa merusak kualitas sperma. Hati-hati, kebiasaan ini umumnya seringkali tidak disadari. Apa saja? Berikut tiga penyebabnya, dikutip dari Insider.

1. Radiasi ponsel

Kebiasaan menaruh ponsel di saku celana rupanya bisa berdampak pada kualitas sperma. Seperti yang dijelaskan sebuah studi Central European Journal of Urology tahun 2014.

Hasil studi menunjukkan pria yang terbiasa menaruh ponsel pada saku celana mereka memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit, dibandingkan dengan mereka yang tidak. Studi tahun 2015 yang juga menguji motilitas sperma menyebut, paparan radiasi ponsel satu jam, membuat pria mengalami penurunan motilitas sperma.

2. Begadang

Kebiasaan ini paling sering dilakukan para pria. Mulai saat ini, sebaiknya hindari kebiasaan begadang agar tidak berpengaruh pada kualitas sperma.

Studi atau penelitian di Universitas Aarhus mempelajari hubungan antara waktu tidur dengan kualitas sperma. Disebutkan bahwa pria yang tidur sebelum jam 22:30 memiliki jumlah sperma jauh lebih tinggi dibandingkan pria yang tidur lebih dari jam tersebut.

Maka dari itu, begadang atau kualitas tidur berkurang disebut bisa berdampak pada kualitas sperma. Begitu juga dengan depresi dan cemas, volume atau jumlah sperma disebut menurun, demikian ungkap studi 2017 dalam jurnal Neuroendocrinology Letters.

3. Junk food dan minum alkohol

Sebagian orang sulit menghindari kebiasaan makan junk food dan minum alkohol. Padahal, kebiasaan ini memiliki banyak dampak negatif pada kesehatan tubuh termasuk kualitas sperma.

Penelitian European Society of Human Reproduction and Embryology, melakukan penelitian pada pla makan 2.935 pria muda untuk mencari tahu hubungannya dengan kualitas sperma. Hasil studi menunjukkan, pria yang menjalani pola makan sehat yang seimbang memiliki jumlah sperma tertinggi. Sementara itu, pria yang terbiasa mengonsumsi makanan cepat saji atau junk food memiliki jumlah sperma terendah.

Begitu juga dengan mengonsumsi alkohol, jika terlalu sering mengonsumsi alkohol, sangat berpengaruh pada kualitas sperma.



Simak Video "Penjelasan Ahli Soal Dugaan Ekshibisionisme Pelaku Pelempar Sperma"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)