Kamis, 11 Feb 2021 19:30 WIB

Studi: Kena COVID-19, Jumlah Sperma Bisa Berkurang

Ardela Nabila - detikHealth
ilustrasi sperma Ilustrasi sperma (Foto: iStock)
Jakarta -

Sebuah studi terbaru menemukan bahwa seorang pria yang pernah terpapar COVID-19 memiliki risiko menghasilkan jumlah sperma dengan jumlah lebih rendah dalam jangka waktu pendek.

Para peneliti yang terlibat dalam studi tersebut, dari University of Florence di Italia, telah meneliti sampel air mani dari 43 pria berusia 30 hingga 65 tahun selama satu bulan setelah mereka pulih dari COVID-19.

Peneliti menemukan sebanyak 25 persen pria yang dijadikan sampel memiliki jumlah sperma rendah dan hampir 20 persen mengalami azoospermia atau kondisi saat tidak terdapat sperma pada air mani pria.

Persentase tersebut lebih tinggi daripada total pengidap azoospermia secara umum pada populasi dunia, yakni sekitar 1 persen, sebagaimana menurut John Hopkins School of Medicine.

Lebih lanjut, menurut studi yang dipublikasikan pada 1 Februari oleh jurnal Human Reproduction, sampel yang mengalami gejala COVID-19 berat hingga harus dirawat di rumah sakit atau ICU (intensive care unit), memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami azoospermia setelah sembuh dari virus Corona, dibandingkan dengan sampel yang hanya mengalami gejala umum.

Namun, para peneliti menekankan bahwa penelitian yang dilakukan tidak membuktikan bahwa SARS-CoV-2 lantas berbahaya bagi kualitas sperma. Pasalnya, para peneliti tidak mengetahui jumlah sperma pria yang dijadikan sampel sebelum mereka terpapar COVID-19, sehingga mereka tidak bisa meyakini bahwa terjadi pengurangan jumlah sperma setelah mereka terinfeksi.

Selain itu, hal lain seperti pengobatan selama terpapar COVID-19, mulai dari pemberian antivirus hingga antibiotik dan kortikosteroid, juga dapat mempengaruhi jumlah sperma.

"Semakin sakit Anda, semakin banyak pula kondisi tubuh memiliki pengaruh," ujar Dr Ajay Nangia, seorang professor dari University of Kansas Medical Center, yang juga terlibat dalam penelitian.

Nangia menambahkan, bahwa para pria yang dijadikan sampel harus diteliti selama minimal 90 hari setelah terinfeksi untuk melihat efek jangka panjang yang ditimbulkan. Sebab, sperma membutuhkan waktu beberapa bulan hingga mereka benar-benar matang.

"Kami harus mengulangi penelitian pada orang-orang ini hingga 90 hari kedepan," lanjut Nangia.

COVID-19 dan kesuburan

Terdapat sebuah alasan mengapa SARS-CoV-2 dapat mempengaruhi produksi sperma pada pria. Sel testis memiliki tingkat reseptor ACE2 yang tinggi dan dapat membuat virus SARS-CoV-2 untuk masuk ke dalam sel.

Namun, hanya sejumlah studi yang menemukan virus SARS-CoV-2 pada air mani pria yang positif terinfeksi virus Corona. Studi tersebut menemukan bahwa ditemukan virus Corona pada air mani sejumlah pria yang menjadi sampel pada masa awal terinfeksi hingga pemulihan.

Setidaknya terdapat satu studi dari Cina yang dirilis pada Oktober 2020 pada jurnal EclinicalMedicine, yang juga menemukan bahwa terdapat penurunan jumlah sperma pada pria yang terinfeksi COVID-19. Namun, studi tersebut hanya melibatkan 23 pasien sebagai sampel.

Dalam studi terbaru, peneliti mengumpulkan sampel air liur, urine, dan air mani dari peserta setidaknya 30 hari setelah mereka dinyatakan sembuh dari COVID-19 setelah dua kali pengecekan.

Dari 43 pasien tersebut, 12 orang dirawat di rumah, 26 orang dirawat di rumah sakit, dan 5 orang dirawat di ICU. Secara keseluruhan, 8 pria mengalami azoospermia dan 3 lainnya mengalami oligospermia atau memproduksi sperma dalam jumlah rendah.

Risiko azoospermia juga dihubungkan dengan penyakit lainnya pada pria lantaran azoospermia ditemukan pada 4 dari 5 pasien yang dirawat ICU, 3 dari 26 pasien yang dirawat di rumah sakit, serta 1 dari sisanya yang dirawat di rumah.

Dari ke-43 sampel tersebut, hanya satu sampel air mani yang terdeteksi mengandung virus SARS-CoV-2. Peneliti juga menemukan bahwa terdapat sepertiga dari total pasien yang dirujuk ke ICU memiliki tingkat interleukin 8 (IL-8) yang tinggi.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Ahli Gizi Ingatkan Jaga Pola Makan Seimbang Saat Puasa"
[Gambas:Video 20detik]