Rabu, 24 Feb 2021 22:00 WIB

3 Alasan Seseorang Sering Merasa Terangsang

Ardela Nabila - detikHealth
Eighteen plus, age limit, sign in neon style. Only for adults. Night bright neon sign, symbol 18 plus. Vector Illustration. 3 alasan yang membuat seseorang sering merasa terangsang. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Soifer)
Jakarta -

Setiap orang memiliki gairah atau dorongan seksual yang berbeda-beda. Beberapa orang mungkin merasa sering kali mudah merasa terangsang dan bertanya-tanya apakah hal tersebut normal.

Menurut para ahli, sulit untuk menentukan definisi normal terkait dengan aktivitas sosial. Pasalnya, dorongan seksual setiap orang bisa terus berubah-ubah selama hidupnya. Namun, hasrat seksual yang dianggap sehat oleh para ahli adalah jika kamu merasa nyaman dengan hasrat tersebut dan tidak mengganggu kehidupan sosial.

Sarah Melancon, PhD, seorang pakar seks, mengatakan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara seksualitas yang normal atau sehat, dengan yang dianggap mengkhawatirkan. Yakni jika terdapat tindakan yang di luar batas dan mengarah pada hal negatif.

Dikutip dari laman Health, berikut 3 alasan mengapa kamu kerap merasa memiliki terlalu banyak dorongan seksual.

1. Overthinking

Apabila kamu merasa terangsang setiap saat, maka bisa saja kamu terlalu banyak memikirkan sesuatu. Menurut Melancon, tahap awal dalam sebuah hubungan (sekitar 3 bulan sampai 2 tahun pertama) ditandai dengan adanya tingkat aktivitas seksual yang tinggi. Biasanya, tahap ini melibatkan sejumlah hormon neurotransmitter yang membentuk perasaan emosional dan seksual.

Sementara itu, Melancon menjelaskan bahwa pasangan yang sudah menjalin hubungan dalam waktu lama biasanya akan menikmati kehidupan seksual mereka dengan membangun kepercayaan, komitmen, serta komunikasi yang baik mengenai kebutuhan seksual mereka.

2. Kecanduan seks

Awalnya, kecanduan seks masuk ke dalam kategori Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM-5), yang kerap digunakan oleh praktisi untuk mendiagnosis penyakit kejiwaan. Namun, hal tersebut ditolak lantaran kurangnya bukti bahwa kecanduan seks memiliki pengaruh terhadap gangguan mental.

Richard B. Krueger, MD, seorang direktur medis di New York State Psychiatric Institute, mengatakan dalam jurnal Addiction bahwa seseorang yang mengidap hiperseksual atau perilaku seksual kompulsif masih bisa didiagnosis menggunakan DSM-5 dan KIP-10 (Klasifikasi Internasional Penyakit revisi ke-10).

Lebih lanjut, seorang psikiater asal California bernama Leela R. Magavi, MD, mengatakan sejumlah orang yang kecanduan seks merasa bahwa masturbasi atau berhubungan seks secara rutin membantu mereka mencapai rasa kesenangan yang sama seperti saat mereka mengonsumsi minuman beralkohol. Namun ternyata, masih terdapat perdebatan di antara para ahli mengenai 'kecanduan seks'.

Apa lagi yang menjadi alasan seseorang sering merasa terangsang? Klik ke halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Karantina Akibat Corona Pengaruhi Gairah Seks, Bagaimana Mengatasinya?"
[Gambas:Video 20detik]