Rabu, 23 Jun 2021 20:28 WIB

Masa Sih Rajin Bercinta Bisa Tingkatkan Imunitas? Ini Faktanya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Young male and female in blue protective masks taking photo by phone on tripod at home Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Di tengah pandemi COVID-19, imunitas dan daya tahan tubuh prima tentu super penting. Namun tahukah Anda bahwa selain makan sehat, olahraga, dan beristirahat cukup, seks bisa ikut menggenjot imunitas?

Yap! Penelitian menunjukan, orang yang aktif secara seksual memiliki lebih banyak immunoglobulin A (IgA), atau antibodi yang hidup di jaringan mukosa seperti kelenjar ludah, hidung, dan jaringan vagina.

Orang yang berhubungan seks 1-2 kali seminggu memiliki IgA 30 persen lebih banyak daripada orang-orang yang jarang berhubungan seks.

"Imunoglobulin pada dasarnya melawan virus dan meningkatkan kekebalan Anda," kata Shannon Chavez, psikolog dan terapis seks di Los Angeles, dikutip dari Huffpost, Rabu (23/6/2021).

"Selain itu, aktivitas seksual secara teratur baik untuk detak jantung, tekanan darah, dan sirkulasi. Proses-proses ini menjaga tubuh Anda tetap sehat dan melepaskan racun dan ketegangan yang terpendam di dalam tubuh," lanjutnya.

Disarankan lebih sering bercinta selama pandemi COVID-19

Psikolog dan terapis seks lainnya, Janet Brito menyarankan para klien yang sudah hidup bersama pasangan untuk meningkatkan frekuensi bercinta selama pandemi COVID-19.

Hal ini ia sarankan khususnya untuk para klien yang mengalami stres berat sepanjang pandemi karena harus membatasi aktivitas di luar rumah.

"Saya telah mendorong klien saya yang sudah tinggal bersama pasangan untuk mengurangi asupan media mereka dan mempertimbangkan untuk lebih aktif seks secara 'mindful' bersama pasangan," kata Brito.

"Pada intinya, seks yang penuh perhatian adalah tentang bersantai dan menikmati momen bersama pasangan Anda. Dengan musik yang menenangkan, seks yang penuh perhatian selama pandemi COVID-19 bisa menjadi solusi yang bagus untuk mengelola stres," lanjutnya.



Simak Video "Pentingnya Asupan Protein di Masa Pandemi COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)