Sabtu, 26 Jun 2021 21:00 WIB

Pria Jangan Sepelekan! Ini 5 Penyebab Mr P Berbau Tak Sedap

Ardela Nabila - detikHealth
Bananas and eggs Penyebab penis berbau tak sedap. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Pada kebanyakan kasus, rutin membersihkan dan menjaga kesehatan penis bisa mencegah munculnya aroma tidak sedap. Namun, beberapa kondisi bisa menyebabkan terjadinya perubahan pada penis dan menyebabkan penis berbau.

Akan tetapi, banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi atau mengatasi baunya. Meski demikian, ada pula kondisi yang membutuhkan penanganan medis. Dikutip dari Medical News Today, berikut 5 penyebab umum mengapa penis beraroma tidak sedap.

1. Smegma

Smegma merupakan bercak putih akibat penumpukan sel kulit mati dan minyak alami yang terdapat pada penis. Apabila pria tidak membersihkan penisnya dengan rutin, smegma bisa terus berkembang dan menghasilkan bercak putih tebal.

Biasanya, kondisi ini umum muncul di kepala penis dan dialami oleh pria yang penisnya belum disunat. Selain menyebabkan aroma tidak sedap, smegma juga bisa menyebabkan kemerahan, iritasi, dan infeksi bakteri.

2. Balanitis

Balanitis merupakan iritasi kulit pada ujung penis. Beberapa penyebab umum balanitis terjadi adalah kurang bersihnya area penis, infeksi, kondisi kulit, dan reaksi alergi terhadap obat-obatan, sabun, atau kondom. Apabila pria mencurigai balanitis merupakan penyebab penis berbau, maka sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter.

3. Infeksi menular seksual

Pada beberapa kasus, infeksi menular seksual juga bisa menyebabkan penis berbau tidak sedap. Biasanya, infeksi yang paling sering menyebabkan bau pada penis adalah klamidia dan gonore. Apabila pria mengalami klamidia, maka sejumlah gejala lainnya yang mungkin dialami adalah keluarnya lendir putih cair dari penis, nyeri saat buang air kecil, dan nyeri pada testis.

Sementara itu, gejala gonore selain aroma tidak sedap pada penis adalah, lendir berwarna putih/hijau/kuning yang keluar dari penis, nyeri saat buang air kecil, dan inflamasi pada kulup penis.

4. Infeksi jamur

Tak hanya wanita, pria ternyata juga bisa mengalami infeksi jamur pada area genital. Infeksi ini terjadi jika terdapat terlalu banyak jamur Candida pada penis. Meski infeksi jamur tidak terlalu umum di kalangan pria, hal ini bukan berarti penis bebas infeksi jamur.

Di samping aroma mengganggu, infeksi jamur pada penis biasanya diikuti oleh sejumlah gejala, seperti gatal, iritasi, munculnya lendir putih, dan penis lembab yang berbeda dari biasanya.

5. Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih muncul ketika bakteri atau virus memasuki saluran kemih. Apabila terjadi, infeksi ini bisa menyebabkan penis menjadi bau, perubahan warna urine, frekuensi ingin buang air kecil meningkat, nyeri saat buang air kecil.



Simak Video "Keterkaitan COVID-19 dengan Ledakan Kasus 'Jamur Hitam' di India"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)