Minggu, 01 Agu 2021 20:43 WIB

12 Fakta Miss V, Perubahan Bentuk hingga Baunya

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
ilustrasi vagina Foto: thinkstock

6. Bau Miss V

Sekresi (cairan atau lendir yang dikeluarkan) vagina bersifat asam (pH rendah), sedangkan semen bersifat basa (pH tinggi). Ketika keduanya bergabung, reaksi kimia menciptakan sifat baru yang mungkin memiliki bau berbeda.

Bau yang tercium tergantung pada tingkat pH masing-masing. Jika mendeteksi bau busuk atau amis setelah berhubungan seks, segera temui dokter untuk konsultasi. Hal tersebut bisa menjadi tanda ketidakseimbangan bakteri di vagina atau infeksi pada air mani pasangan.

7. Pelumas saat berhubungan seks

Berdasarkan sebuah studi di Universitas Indiana menyebutkan lebih dari 65 persen wanita telah menggunakan pelumas untuk membuat seks lebih nyaman. Penelitian terkait telah menemukan bahwa wanita menilai jika berhubungan seks lebih menyenangkan saat menggunakan pelumas dibandingkan dengan seks tanpa pelumas.

8. Kesalahan menggunakan tampon atau pembalut

Pastikan untuk menjaga kebersihan tangan sebelum menggunakan pembalut. Tangan yang kotor dapat mencemari tampon. Jangan gunakan tampon jika sedang tidak menstruasi. Hal ini dapat meningkatkan kemungkinan infeksi.

Terakhir, selalu ganti tampon setelah buang air besar. Jika tidak, bakteri anus dapat berpindah ke tampon yang kemudian dapat menginfeksi uretra.

9. Jangan gunakan pakaian dalam yang ketat

Jangan menggunakan pakaian dalam yang terlalu ketat. Pakaian dalam yang ketat dan lembab dapat meningkatkan infeksi jamur atau bakteri. Pakaian yang harus dihindari, yaitu yang berbahan spandex, pakaian renang basah dan pakaian olahraga yang kotor atau basah.

10. Siklus menstruasi yang berantakan

Salah satu faktor yang dapat menyebabkan siklus menstruasi berantakan adalah stress. Terlalu banyak berolahraga juga dapat menunda menstruasi jika tubuh menganggapnya sebagai pemicu stres yang ekstrem.

Selain itu, faktor lain yang menyebabkan siklus menstruasi berantakan yaitu sedang mengonsumsi obat anti-depresan atau anti-psikotik, kerja shift, kadar lemak tubuh rendah, penambahan berat badan yang cepat, gangguan tiroid, dan merokok.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Seks Anal dan Risiko Kesehatannya"
[Gambas:Video 20detik]