Minggu, 01 Agu 2021 20:43 WIB

12 Fakta Miss V, Perubahan Bentuk hingga Baunya

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
ilustrasi vagina Foto: thinkstock
Jakarta -

Menjaga organ seksual sangat penting dilakukan untuk menghindari penyakit infeksi kelamin atau kanker serviks. Selain sebagai edukasi seks, rutin memeriksa dan merawat organ seksual dapat mendeteksi sejak dini penyakit yang dialami, seperti kanker serviks sehingga dapat dilakukan upaya pencegahan sebelum kondisinya semakin memburuk.

Berikut di bawah ini 12 hal yang perlu penting diketahui tentang vagina:

1. Anatomi vagina

Kesalahan pertama tentang vagina adalah mengira bahwa semua bagian pada organ seksual wanita disebut sebagai vagina. Vagina adalah saluran berotot bagian dalam yang menghubungkan serviks rahim ke vulva, sedangkan vulva adalah bagian terluar yang meliputi labia mayora dan labia minora (bibir luar dan dalam).

Berikutnya, yaitu klitoris bagian kecil di ujung atas labia yang sensitif terhadap rangsangan dan uretra, tempat buang air kecil.

2. Keputihan

Alyssa Dweck, MD, asisten profesor klinis di Mount Sinai School of Medicine and Gynecologist di Westchester County menjelaskan bahwa tidak ada jumlah keputihan yang normal dan ini tidak menentu banyaknya, tergantung pada siklus menstruasi. Pada pertengahan siklus, keputihan akan meningkat dan umumnya berwarna jernih yang menandakan masa subur dalam sebulan.

3. Turun atau menonjolnya dinding vagina ke dalam

Sebanyak 40 persen wanita mengalami hal ini atau dalam istilah medis disebut prolaps organ panggul (POP), di mana dinding vagina menonjol ke dalam. Namun, banyak yang terlalu malu untuk membicarakan hal ini dengan dokter.

Seorang wanita yang mengalami POP mungkin akan merasakan gejala seperti nyeri saat berhubungan seksual, melihat tonjolan, merasakan tekanan pada vagina dan nyeri punggung atau panggul. Hal ini dapat diatasi dengan melakukan konsultasi ke dokter. Dokter mungkin dapat meresepkan latihan penguatan dasar panggul atau menggunakan alat yang dapat digunakan untuk menunjang area prolaps.

4. Buang air kecil setelah berhubungan seks

Tidak buang air kecil setelah berhubungan seks dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih. Hal ini diebabkan karena anatomi organ seksual wanita, seperti uretra, vagina, dan anus semuanya berdekatan.

Hubungan seksual dapat menyebabkan bakteri anus masuk ke kandung kemih, di mana ia dapat berkembang biak dan menyebabkan Infeksi Saluran Kemih (ISK). Jika rentan terhadap infeksi, buang air kecil sebelum dan sesudah berhubungan seks sehingga dapat membantu membersihkan lubang uretra dari bakteri.

5. Latihan atau senam kegel

Latihan atau senam kegel adalah senam otot panggul bawah. Para dokter menyarankan latihan kegel untuk mengatasi inkontinensia (kondisi sulit menahan buang air kecil dan mudah mengompol) terkait kehamilan.

Selain mengatasi inkontinensia, tinjauan studi yang diterbitkan dalam World Journal of Urology menemukan, latihan dasar panggul juga dapat mencegah inkontinensia stres (kebocoran urine yang terjadi dengan batuk, bersin, atau tertawa) dan prolaps organ panggul.

6. Bau Miss V

Sekresi (cairan atau lendir yang dikeluarkan) vagina bersifat asam (pH rendah), sedangkan semen bersifat basa (pH tinggi). Ketika keduanya bergabung, reaksi kimia menciptakan sifat baru yang mungkin memiliki bau berbeda.

Bau yang tercium tergantung pada tingkat pH masing-masing. Jika mendeteksi bau busuk atau amis setelah berhubungan seks, segera temui dokter untuk konsultasi. Hal tersebut bisa menjadi tanda ketidakseimbangan bakteri di vagina atau infeksi pada air mani pasangan.

7. Pelumas saat berhubungan seks

Berdasarkan sebuah studi di Universitas Indiana menyebutkan lebih dari 65 persen wanita telah menggunakan pelumas untuk membuat seks lebih nyaman. Penelitian terkait telah menemukan bahwa wanita menilai jika berhubungan seks lebih menyenangkan saat menggunakan pelumas dibandingkan dengan seks tanpa pelumas.

8. Kesalahan menggunakan tampon atau pembalut

Pastikan untuk menjaga kebersihan tangan sebelum menggunakan pembalut. Tangan yang kotor dapat mencemari tampon. Jangan gunakan tampon jika sedang tidak menstruasi. Hal ini dapat meningkatkan kemungkinan infeksi.

Terakhir, selalu ganti tampon setelah buang air besar. Jika tidak, bakteri anus dapat berpindah ke tampon yang kemudian dapat menginfeksi uretra.

9. Jangan gunakan pakaian dalam yang ketat

Jangan menggunakan pakaian dalam yang terlalu ketat. Pakaian dalam yang ketat dan lembab dapat meningkatkan infeksi jamur atau bakteri. Pakaian yang harus dihindari, yaitu yang berbahan spandex, pakaian renang basah dan pakaian olahraga yang kotor atau basah.

10. Siklus menstruasi yang berantakan

Salah satu faktor yang dapat menyebabkan siklus menstruasi berantakan adalah stress. Terlalu banyak berolahraga juga dapat menunda menstruasi jika tubuh menganggapnya sebagai pemicu stres yang ekstrem.

Selain itu, faktor lain yang menyebabkan siklus menstruasi berantakan yaitu sedang mengonsumsi obat anti-depresan atau anti-psikotik, kerja shift, kadar lemak tubuh rendah, penambahan berat badan yang cepat, gangguan tiroid, dan merokok.

11. Bentuk tubuh yang berubah

Sama seperti bagian tubuh lainnya yang berubah seiring bertambahnya usia, vagina juga mengalami perubahan bentuk dan warna. Cara yang baik untuk menjaga vagina tetap sehat adalah dengan berhubungan intim secara teratur.

Wanita yang melahirkan anak di usia 30-an atau 40-an mungkin mengalami kelonggaran akibat penuaan dan melahirkan anak di usia yang lebih tua. Namun, hal tersebut dapat diatasi dengan rajin melakukan senam kegel sebab senam kegel dapat membantu mengencangkan otot.

12. Rajin memeriksa vagina

Dengan rutin memeriksa dan merawat vagina bisa menurunkan risiko penyakit kelamin. Gunakan cermin untuk mengetahui seperti apa bentuknya sehingga dapat mengidentifikasi dengan lebih baik setiap ada perubahan mendadak yang perlu diperiksakan ke dokter. Untuk melakukan pemeriksaan vagina sendiri, ambil cermin kecil dengan pegangan panjang dan senter kecil. Pastikan untuk mencuci tangan terlebih dahulu dan duduk di lantai, sofa, atau tempat tidur. Topang punggung dengan bantal.



Simak Video "Kembali Bak Perawan dalam 30 Menit!"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)