Selasa, 14 Sep 2021 22:37 WIB

Apakah Sexomnia Benar-benar Ada? Kenali Dulu, Ini Gejalanya

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
ilustrasi pasangan bercinta Sexomnia (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Sexomnia adalah sebutan bagi kondisi yang membuat seseorang melakukan tindakan seksual saat tidur. Sexomnia dianggap sebagai jenis parasomnia, aktivitas, perilaku, atau pengalaman abnormal yang terjadi selama tidur nyenyak.

Sexomnia atau sexsomnia adalah kondisi yang relatif baru, dengan kasus resmi pertama dilaporkan pada tahun 1986. Dikutip dari Medical News Today, menurut sebuah studi tahun 2015 hanya 94 kasus seks tidur yang telah dilaporkan di seluruh dunia.

Sexomnia juga sangat sulit dipelajari dalam jangka panjang karena terjadi secara acak pada malam hari.

Sexomnia juga dapat terjadi bersamaan dengan aktivitas parasomnia lainnya, seperti berjalan sambil tidur atau berbicara.

Sexomnia sering menyebabkan sentuhan diri atau gerakan seksual, tetapi juga dapat menyebabkan seseorang mencari keintiman seksual dengan orang lain tanpa sadar. Hal ini tentu berbahaya bagi diri sendiri dan orang di sekitar kita.

Gejala umum sexsomnia meliputi:

  • Membelai atau mengusap
  • Mengerang
  • Napas berat dan detak jantung meningkat
  • Berkeringat
  • Masturbasi
  • Dorongan untuk memulai foreplay dengan orang lain
  • Orgasme spontan
  • Tidak mengingat tentang peristiwa seksual yang terjadi
  • Tatapan kosong
  • Tidak responsif terhadap lingkungan luar
  • Ketidakmampuan atau kesulitan bangun dari tidur
  • Penolakan aktivitas seksual di siang hari ketika sepenuhnya sadar
  • Berjalan sambil tidur atau berbicara

Seperti parasomnia lainnya, tampaknya sexsomnia disebabkan oleh gangguan saat otak bergerak di antara siklus tidur nyenyak. Gangguan-gangguan ini sering disebut juga dengan Confusion Arousals (CAs).

Meskipun penyebabnya masih belum diketahui, penelitian menunjukkan kondisi tersebut memiliki faktor risiko yang jelas, terutama kondisi medis, kebiasaan gaya hidup, pekerjaan, dan obat-obatan yang mengganggu pola tidur.

Pemicu yang dianggap meningkatkan kemungkinan sexomnia apa saja sih? Simak halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "2.000 Tempat Tidur Tambahan Disiapkan untuk Pasien COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]