ADVERTISEMENT

Rabu, 20 Jul 2022 19:30 WIB

Fakta-fakta Vagina, Bentuk hingga Rata-rata Kedalamannya

Christina Butarbutar - detikHealth
ilustrasi vagina Ilustrasi vagina. (Foto: ilustrasi/thinkstock)

3. Warna Vagina

Warna kulit pada vagina secara alami bervariasi, termasuk kulit vulva. Warna vulva bisa saja berwarna merah anggur, atau merah jambu tergantung pada aliran darah. Selama bergairah, aliran darah meningkat, dan vulva mungkin tampak keunguan.

Beberapa orang mencatat, perubahan warna vulva terjadi ketika mereka memiliki kondisi medis tertentu seperti infeksi jamur. Hal ini dapat menyebabkan vulva tampak ungu atau merah.

Rambut kemaluan juga dapat membantu melindungi alat kelamin dari penyakit bakteri. Ini juga dapat menunjukkan kematangan seksual, karena biasanya berkembang selama masa pubertas. Jumlah, warna, dan tekstur rambut kemaluan bervariasi dari orang ke orang. Faktanya, rambut kemaluan cenderung menipis seiring bertambahnya usia karena perubahan terkait hormon.

Selain itu, ada keputihan dan sekresi yang membantu menjaga jaringan vagina tetap sehat. Beberapa orang menggunakan warna dan konsistensi keputihan mereka untuk melihat masa kesuburan.

Perubahan keputihan dapat mengindikasikan adanya infeksi yang memerlukan perhatian medis. Seseorang harus menemui dokter jika mereka memiliki cairan berwarna hijau, abu-abu, atau berbau busuk.

Vagina secara alami mengandung bakteri dan ragi yang dapat menyebabkan bau. Baunya bisa bervariasi dari manis hingga metalik. Siklus menstruasi seseorang, kesehatan secara keseluruhan, dan flora alami vagina semuanya dapat mempengaruhi bau vagina.

Biasanya, variasi bau vagina tidak perlu dikhawatirkan. Namun, bau yang tidak sedap dapat mengindikasikan infeksi seperti vaginosis bakteri atau trikomoniasis.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Dokter Boyke Angkat Bicara Soal Heboh Istilah 'Husband Stitch'"
[Gambas:Video 20detik]

(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT