Banyak pria yang menganggap bahwa hormon testosteron hanya berkaitan dengan kejantanan di atas ranjang. Padahal, hormon ini adalah 'mesin' utama yang menjaga kualitas hidup pria secara keseluruhan.
Seksolog dan androlog dari Universitas Udayana, Prof dr Wimpie Pangkahila, Sp.And, Subsp. MS, menekankan bahwa penurunan hormon ini akan menunjukkan tanda-tanda yang jelas pada tubuh namun tidak terbatas pada penurunan libido.
Salah satu tanda yang paling mudah dikenali namun sering diabaikan adalah hilangnya ereksi spontan. Menurut Prof Wimpie, pria sehat biasanya mengalami ereksi alami tanpa rangsangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tanda pada pria, pagi-pagi atau malam hari, ereksi sendiri tanpa dirangsang. Atau kalau tidak berdiri tanpa rangsangan," jelasnya.
Namun, melampaui urusan seksual, rendahnya kadar testosteron (sering disebut Low T) juga menyerang psikologis dan kenyamanan hidup. Beberapa di antaranya yakni:
- Kelelahan ekstrem yang tidak hilang meski sudah istirahat.
- Gejala depresi dan kebingungan (brain fog).
- Sering berkeringat di malam hari tanpa sebab yang jelas.
Ancaman bagi Otot dan Tulang
Bagi pria yang aktif, penurunan testosteron bisa menjadi mimpi buruk bagi fisik. Hormon ini bertanggung jawab dalam menjaga kepadatan tulang dan pembentukan massa otot. Di samping itu tanpa testosteron yang cukup, tubuh pria lebih mudah menimbun lemak, terutama di area perut, yang jika dibiarkan akan memperburuk kondisi kesehatan jantung.
"Banyak pria nggak ngeh hormonnya menurun. Makanya testosteron bukan cuma karena disfungsi ereksi , tapi gampang capek, olahraga tapi otot gak tambah banyak, itu bisa salah satu pertanda testosteron rendah," ucap dr Ivonne A Santoso dari Klinik Steros.
Mengutip Healthline, ada beberapa tanda yang sering muncul pada pria dengan testosteron rendah yakni:
- Penurunan Libido: Hasrat seksual yang menurun drastis secara konsisten.
- Perubahan Ukuran Testis: Dalam beberapa kasus, testis mungkin terasa lebih lembut atau mengecil.
- Ginekomastia: Pembesaran jaringan payudara pada pria akibat ketidakseimbangan hormon testosteron dan estrogen.
- Rambut Rontok: Bukan hanya di kepala, tapi juga berkurangnya bulu halus di area wajah dan tubuh lainnya.
(kna/kna)











































