Selasa, 27 Feb 2018 17:05 WIB

Ketika Dokter Angkat Petasan yang Bisa Meledak dari Kaki Pasien

Firdaus Anwar - detikHealth
Rontgen bagian petasan yang tertanam di kaki kanan seorang pria. (Foto: Live Science/The Journal of Emergency Medicine) Rontgen bagian petasan yang tertanam di kaki kanan seorang pria. (Foto: Live Science/The Journal of Emergency Medicine)
Jakarta - Terdengar seperti cerita di film, namun kejadian di mana pasien datang ke rumah sakit dengan 'alat peledak' tertanam di tubuhnya benar-benar terjadi di Texas, Amerika Serikat. Bermula ketika seorang pasien pria datang ke San Antonio Military Medical Center (SAMMC) dengan luka di kaki kanannya.

Dokter awalnya menduga bahwa ini adalah kasus luka umum, namun pemeriksaan rontgen menunjukkan ada objek asing tertanam di paha. Sang pria lalu bercerita bahwa ia terluka ketika tengah memasang petasan yang sudah disulut namun gagal menyala.

Saat petasan diganti karena dianggap gagal terjadi ledakan dan sebagian pecahannya tertanam di kaki. Sang pria tidak tahu bagian apa itu dan apakah masih berpotensi untuk meledak.

Baca juga: Nyalakan Petasan Dekat Wajah, Mata Kanan Pria Ini Buta

"Ketika mendengar cerita bahwa objek ini kemungkinan sesuatu yang bisa meledak tentu saja membuat semua orang jadi sedikit was-was," kata dr Lane Thaut yang menangani kasus kepada Live Science.

Karena takut meledak petugas rumah sakit meminta bantuan tim penjinak bom dan juga pemadam kebakaran. Dokter disarankan menyiram luka dengan air terlebih dahulu untuk memastikan sumbu mati dan menghindari memakai prosedur yang bisa memanaskan luka seperti electrocauter.

Hasilnya bagian petasan tersebut sukses dikeluarkan oleh dokter tanpa komplikasi. Sang pria sendiri membutuhkan pelat metal untuk membantu tulangnya yang patah pulih dan cangkok kulit.

Setelah sekitar dua minggu sang pria dilaporkan sudah bisa kembali ke rumah.

"Kasus benda-benda yang bisa meledak punya ancaman besar ketika ditemui. Kenal dengan prosedur untuk menangani pasien seperti ini dapat mencegah terjadinya bencana," tulis para dokter dalam laporan di The Journal of Emergency Medicine dan dikutip pada Selasa (27/2/2018).

Baca juga: Selain Kematian, Ini Konsekuensi Terburuk Akibat Petasan (fds/up)
News Feed