Rabu, 07 Mar 2018 09:13 WIB

True Story

Dikira Kanker Kambuh Lagi, Ternyata Wanita Ini Hamil Saat Jalani Kemo

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Foto: BBC Foto: BBC
Jakarta - Kanker payudara adalah kanker yang disebabkan oleh tumor yang tumbuh di dalam payudara yang umumnya dialami oleh wanita. kanker payudara biasanya sangat sensitif dengan hormon esterogen.

Saat hamil, biasanya wanita akan memproduksi hormon progesteron dan esterogen secara berlebih. Oleh karena itu, wanita dengan kanker payudara tidak disarankan untuk hamil karena dapat membahayakan nyawanya.

Tapi tidak dengan Sarah Pickles (35) dari Merseyside, Inggris. Tahun 2014 lalu, ia terdiagnosa kanker payudara saat ia dan suaminya Dave (42) sedang mencoba untuk punya anak lagi setelah Lily (7), anak pertamanya menginginkan saudara.

Baca juga: Cerita Mengharukan Wanita yang Tak Boleh Hamil Karena Kanker Payudara

Terdiagnosa kanker payudara

"Saat itu saya berpikir, 'apakah saya bisa dapat berita yang lebih buruk lagi?'" kata Sarah, dikutip dari BBC. "Tak tak hanya diberi tahu bahwa kamu terkena kanker payudara, tapi kamu juga tidak akan pernah bisa hamil lagi. Indung telurmu akan menua lima tahun lagi."

Sarah merasakan semua informasi itu sangat banyak untuk diterima oleh dirinya yang saat itu berumur 32 tahun. Tetapi ia bertekad untuk berjuang, karena ia tak bisa memikirkan kemungkinan Lily harus hidup tanpa adanya seorang ibu.

Sarah saat menjalani masa kemoterapi. (Foto: BBC)Sarah saat menjalani masa kemoterapi. (Foto: BBC)

Pada tahun 2016 setelah ia menjalani pengobatan dan kemoterapi selama setahun penuh, ia dinyatakan bebas kanker payudara dan ketujuh tumornya sudah hilang.

Meski begitu, Sarah dan Dave tidak menyerah, ia menyerahkan embrionya untuk dibekukan dengan harapan dapat mempunyai anak. "Mereka bilang padaku bahwa kemungkinannya hanya 1 persen (untuk mempunyai anak), walaupun melalui bayi tabung (IVF)," tambah Sarah.

Tapi setelah itu, ia merasakan sakit di punggungnya dan kemudian memutuskan untuk menjalani Magnetic resonance imaging (MRI) untuk mengecek apakah ada kanker yang kedua.

Mengandung dan melahirkan Monty

"Aku melihat ada sebuah bayangan di dekat tulang punggungku, dan aku merasa ketakutan," tutur Sarah. Namun, diagnosa dokter berkata lain yang sangat di luar dugaan.

Dokter mengatakan bahwa Sarah hamil, tetapi karena hal tersebut tidak mungkin terjadi maka mereka memutuskan untuk mengambil tes kehamilan sebanyak 3 kali sebagai tindakan pencegahan.

"Kujelaskan pada mereka aku tidak mungkin hamil, karena alasannya sudah jelas. Dan aku sudah menjalani operasi mastektomi ganda." Lalu setelah itu, dokter kembali memanggilnya dan menyatakan bahwa Sarah positif hamil empat minggu.

Sarah tak dapat berkata-kata, tetapi para dokter meyakinkannya bahwa hal ini bukanlah masalah. Kemudian ia mengabari Dave yang saat itu sedang bekerja sebagai pemandu wisata ke Everest, dan keduanya menangis haru.

"Aku pikir para dokter dan perawat juga sama kagetnya sepertiku," kata Sarah. Menurut Cancer Research UK, dengan triple negative breast cancer, normalnya kanker akan kembali pada dua hingga tiga tahun pertama.

Baca juga: Kata Pakar Soal Faktor Risiko Kanker Payudara

Oleh karena itu, dokter memutuskan untuk mengawasi Sarah secara dekat selama kehamilan. Ditambah lagi, Sarah sadar saat ia hamil, kesehatannya tidak cukup baik.

Bayi laki-laki mereka, Monty, lahir dengan normal dan sehat di tahun 2017. Dua bulan setelahnya, Sarah mengalami menopause. Ini menjadikan Monty benar-benar keajaiban sepenuhnya bagi mereka.

Menerbitkan buku

Kini Sarah dan Dave sangat bersyukur bahwa keluarganya kini telah lengkap, meskipun terkadang masih tak percaya apa yang telah terjadi. "Aku melihatnya (Monty) tiap hari dan aku sangat bersyukur dengan tubuhku bahwa dengan segala yang terjadi, ia tak pernah mengecewakanku."

Sarah ingin membantu para pengidap kanker payudara lainnya, supaya mereka dapat menjalani hidup yang lebih positif. Ia menyebut saat wanita terkena kanker, rasanya seperti mendaki gunung tapi dengan langkah bayi.

Setelah keluar dari pekerjaannya sebagai guru, ia sekarang bekerja sebagai seorang terapis kuku dan kecantikan. Ia juga sudah menerbitkan sebuah buku tentang ceritanya sebagai seorang survivor kanker payudara, yang menjadi best seller.

Baca juga: Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara Bagi Perempuan Muda (Frieda Isyana Putri/up)
News Feed