Rabu, 07 Mar 2018 17:11 WIB

True Story

Ini Jordan Younger, Si Cantik yang Terobsesi pada Makanan Sehat

Widiya Wiyanti - detikHealth
Jordan Younger, dulunya vegan hingga akhirnya mengidap orthorexia karena obsesi pada makanan sehat. Foto: Instagram/thebalancedblonde Jordan Younger, dulunya vegan hingga akhirnya mengidap orthorexia karena obsesi pada makanan sehat. Foto: Instagram/thebalancedblonde
Jakarta - Seorang mantan blogger kesehatan asal New York, Jordan Younger, selalu membagikan informasi mengenai diet, makanan sehat, dan apapun mengenai pola hidup sehatnya.

Namun, pada 2014 lalu ia mengumumkan bahwa dirinya mengidap kelainan makan. Kelainan makan yang diidapnya disebabkan karena obsesi Jordan pada makanan sehat, atau yang disebut orthorexia.

Itu membuatnya kehilangan lebih dari seribu pembaca blognya, dan bahkan sempat mendapatkan ancaman pembunuhan. Karena Jordan sudah menjadi vegetarian sejak usianya 14 tahun.

"Saya memiliki perut yang sangat sensitif dan saya selalu menyadari makanan mana yang bisa atau tidak bisa saya makan. Untuk lebih baik, akhirnya saya menjadi seorang vegan," ujarnya seperti dikutip dari TODAY.


Karena obsesinya yang berlebihan pada 'kesempurnaan makanan', yaitu makan sehat, bersih, dan tidak diproses serta sangat membatasi makanan, ia menemukan istilah orthorexia dan mendiagnosis dirinya sendiri.

"Saya merasakan tekanan untuk tetap menjadi vegan. Inilah yang menjadi harapan para pembaca dan pengikut saya. Saya tahu saya harus memasukkan lebih banyak pilihan makanan ke dalam makanan saya, tapi saya khawatir seluruh bisnis saya akan runtuh," ungkap Jordan.

Jordan benar-benar merasa terjebak pada obsesinya sendiri. Bahkan membuatnya juga mengalami gangguan kecemasan. Menurut pencipta istilah orthorexia, Dr Steven Bratman, orthorexia adalah kelainan yang ditandai dengan 'fanatisme' untuk makanan murni yang dapat menyebabkan ganguan emosional.

Kini Jordan Younger mencintai olahraga yoga.Kini Jordan Younger mencintai olahraga yoga. Foto: Instagram/thebalancedblonde



"Antusiasme untuk makan sehat tidak menjadi 'orthorexia' sampai titik kritis tercapai dan antusiasme berubah menjadi obsesi," kata Bratman.

Akhirnya, Jordan pun memilih untuk memperbaiki pola makannya agar orthorexia yang diidapnya menghilang. Sekarang, ia tidak membatasi pilihan makanannya dan menjadi pecinta yoga.

"Tapi sekarang, tidak ada yang terlarang. Saya membuat pilihan sehat untuk tubuh saya sendiri. Tidak ada label untuk itu," tandasnya.

(wdw/fds)
News Feed