Senin, 12 Mar 2018 07:38 WIB

Keren! Pertolongan Suami Selamatkan Nyawa Istri dari Serangan Jantung

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Luke selamatkan nyawa Andrea dengan CPR. (Foto: Facebook) Luke selamatkan nyawa Andrea dengan CPR. (Foto: Facebook)
Jakarta - Luke Benrud tak menyadari bahwa pelajaran CPR (cardiopulmonary resuscitation) yang diambilnya sangat berharga. Berkat CPR, Luke berhasil menyelamatkan nyawa sang istri saat mengalami serangan jantung.

Luke menemukan sang istri, Andrea, terjatuh dengan detak jantung yang makin melemah. Andrea baru saja melahirkan anak pertama mereka lima bulan sebelumnya.

"Aku pikir ia terjatuh karena tersandung. Ketika aku mendekat, ternyata ia tidak terbentur apapun, namun denyut nadinya menghilang," tutur Luke, dikutip dari Daily Mail.

Ia langsung menghubungi 911, dan melakukan pertolongan pertama dengan CPR. Luke mengaku mempelajari CPR dari seminar yang dilakukan palang merah beberapa tahun sebelumnya.

Tanpa menyerah, Luke bercerita bahwa ia tetap memompa jantung Andrea selama 7 menit, sebelum akhirnya paramedik datang dan melakukan pertolongan lanjutan. Setelah Andrea sadar dan detak jantungnya berangsur normal, ia pun dilarikan ke rumah sakit.

"Aku memompa darahnya sembari berbicara dengan 911. Adrenalinku melonjak naik, aku mendengar anakku yang baru lahir menangis. Paramedik datang langsung menggunakan defibrillator untuk mengejutkan jantung," ungkap Luke lagi.

Di rumah sakit, dokter menyebut Andrea mengalami kardiomiopati, gangguan jantung akibat melemahnya otot-otot jantung sehingga jantung kehilangan kekuatan untuk memompa darah. Kondisi ini sangat serius dan bisa menyebabkan kematian karena serangan jantung.

Namun berkat pertolongan CPR yang dilakukan Luke, Andrea menghindari risiko fatal lainnya, yakni penggumpalan darah di otak. Andrea pun pulang ke rumah dengan selamat, dan dokter memasang alat pacu jantung agar detak jantungnya kembali normal.

"Jika saja aku tidak tahu cara melakukan CPR, aku tidak akan bisa menyelamatkan nyawa istriku, ia tidak akan ada di sini hari ini, dan anakku akan kehilangan ibunya," urainya.
(mrs/up)
News Feed