Senin, 12 Mar 2018 08:07 WIB

Pria Ini Sering Jatuh, Ternyata Sebagian Otaknya 'Lenyap'

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Lingkaran hitam di dalam tengkorak menunjukkan bagian otak yang hilang. (Foto: BMJ Case Reports) Lingkaran hitam di dalam tengkorak menunjukkan bagian otak yang hilang. (Foto: BMJ Case Reports)
Jakarta - Awalnya, seorang pria 84 tahun mengeluh sering terjatuh. Ini adalah keluhan yang wajar ditemukan pada lansia. Namun pemindaian otak menunjukkan hal yang mencengangkan, sebagian otak pria ini lenyap.

Dari hasil pemindaian tampak ada ruang gelap yang cukup luas di kepala bagian depan, di mana otak depannya seharusnya berada. Ini menunjukkan bahwa bagian tersebut kosong alias tidak ada otaknya.

"Seketika saya bisa melihat ketidaknormalan dan mempertanyakan jangan-jangan pasien tidak memberi tahu kami bahwa ia pernah operasi otak waktu muda," kata dr Finlay Brown yang menanganinya di Belfast, Irlandia Utara, seperti dikutip dari Livescience.

Rupanya, pasien ini memiliki pneumatocele yakni kantong udara di dalam tengkoraknya. Kantong tersebut menekan jaringan otaknya. Kasusnya dilaporkan dalam jurnal BMJ Case Reports.

Kantong udara semacam ini lebih umum ditemukan pada pasien dengan trauma wajah atau infeksi, atau pernah menjalani operasi otak.

Ketika pertama kali berbicara dengan dokter, pasien ini menyampaikan keluhan sering jatuh disertai melemahnya lengan kiri dan kaki. Saat ia menjalani CT Scan, dokter menemukan kantong udara sebesar 9 cm di bagian kanan frontal lobe. Pemindaian MRI (Magnetic Resonance Imaging) juga menunjukkan adanya osteoma atau kanker tulang di tengkoraknya.

Setelah menimbang rasio antara risiko dan manfaatnya, pasien ini memilih tidak dioperasi. Ia menjalani pengobatan dengan statin dan obat-obatan anti penggumpalan darah untuk menurunkan risiko stroke. Setelah 12 pekan dirawat, pria ini sudah tidak lagi merasakan bagian tubuh kirinya melemah.
(up/up)
News Feed