Minggu, 18 Mar 2018 13:20 WIB

Pertemanan dengan Pasien Kusta yang Membuka Mata Haslinda

Suherni Sulaeman - detikHealth
Haslinda kini membantu menyebarkan informasi kusta ke lingkungannya. (Foto: Suherni Sulaeman/detikHealth) Haslinda kini membantu menyebarkan informasi kusta ke lingkungannya. (Foto: Suherni Sulaeman/detikHealth)
Gowa - Seorang perempuan bernama Haslinda Dglebang (42) asal Gowa, Makassar, Sulawesi Selatan, mungkin tidak pernah mengalami penyakit kusta. Namun ia punya pengalaman soal kusta yang masih membekas di hidupnya hingga sekarang.

Haslinda mengaku, dulu semasa kecil pernah memiliki seorang teman yang ternyata terkena kusta. Karena saat itu ia berpikir penyakit kusta adalah salah satu penyakit yang sulit untuk disembuhkan, mau tidak mau ia menjauhi temannya yang terkena kusta tersebut.

"Dulu masih kecil itu saya pikir, kusta penyakit yang tidak bisa sembuh. Ada teman kecil saya dulu kena kusta, tapi saya tidak tahu apakah sekarang sudah terobati. Jelasnya saya lihat itu lama tidak sembuh dan dia malu," tutur Haslinda kepada detikHealth saat ditemui di Puskesmas Kanjilo, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

"Dulu waktu masih kecil itu kita dilarang bergaul sama dia karena katanya gampang sekali menular," kenang Haslinda yang mengenakan hijab warna hijau muda itu.

Diakui Haslinda yang juga ketua majelis taklim setempat, ia merasa menyesal dan kasihan kepada temannya tersebut karena sempat mengucilkan ataupun menjauhi temannya itu. Kemudian Haslinda pun baru tahu bahwa penyakit tersebut ternyata bisa disembuhkan ketika di sekolah ada penyuluhan.

"Tapi saya kasihan juga sih sama teman itu begitu diberi tahu di sekolah kalau itu bisa sembuh. Tapi sudah terlanjur mungkin pendapat masyarakat seperti itu, jadi masih tetap ada yang beranggapan takut terkena kusta," pungkas ibu dari empat orang anak itu.

Walau begitu, kini Haslinda mengaku senang karena sudah banyak pihak yang sudah mulai sadar dan peduli dengan penyakit tersebut. Ia berharap supaya orang-orang yang mengalami kusta bisa langsung datang ke pelayanan kesehatan atau puskesmas untuk berobat.

"Gembira saya ada penyuluhan. Semoga kalau ada yang ditemukan penyakit begitu, dengan informasi ini yang memiliki gejala supaya masyarakat itu dengan senang hati datang berobat ke puskesmas karena sudah ada obat yang disediakan," kata Haslinda sambil tersenyum sumringah.

Bahkan semenjak itu, Haslinda juga kerap meneruskan informasi-informasi mengenai kusta tersebut kepada para tetangganya.

"Sejak penyuluhan itu saya sampaikan ke tetangga-tetangga yang memiliki gejala supaya jangan takut-takut atau jangan malu memeriksakan diri ke puskesmas. Apalagi ini kedatangan duta dunia yang hadir di tempat kita," tutup Haslinda.

[Gambas:Video 20detik]



(hrn/up)
News Feed