Kamis, 22 Mar 2018 10:42 WIB

True Story

Gadis Ini Hidup Pakai Life Support 2 Bulan, Penyakitnya Masih Misteri

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Zei Uwadia harus memakai extracorporeal membrane oxygenation (ECMO) seumur hidup. Foto: CNN Zei Uwadia harus memakai extracorporeal membrane oxygenation (ECMO) seumur hidup. Foto: CNN
Jakarta - Zei Uwadia (16) dari Kansas tak pernah menyangka akan terdiagnosis penyakit misterius di usia sangat muda yang mengharuskannya memakai extracorporeal membrane oxygenation (ECMO), salah satu jenis life support termutakhir, seumur hidupnya.

Awalnya Zei masih hidup layaknya anak SMA biasa, ia bersekilah di North High School Wichita dan bercita-cita memiliki karir di bidang dermatologi. Ia terbilang cukup independen dan memiliki semangat yang teguh.

Namun tiba-tiba di akhir bulan Oktober tahun lalu, ia merasa sesak dan seiring waktu ia makin kesusahan bernapas. Tubuhnyapun melemah dan paru-parunya mulai tak bekerja, tapi tak ada yang tahu kenapa.


"Saat itu masih waktu sekolah dan aku mendapatkan pesan darinya yang memberitahukan bahwa badannya tidak enak, ia minta Nana menjemputnya. Ia bilang, 'Aku merasa pusing dan badanku sakit' dan 'Cepatlah'," ujar Brie Kerschen, ibunya, seperti dikutip dari CNN.

Akhirnya ia membawa Zei ke dokter gawat darurat dan dites laboratorium. Anehnya saat itu hasilnya normal dan tak ada tanda infeksi bakteri, namun Kerschen merasa tidak yakin dan membawanya ke rumah sakit lain.

"Kekurangan utamanya adalah oksigenasi, jadi level oksigennya sangat rendah dan itu menjadi masalah terbesarnya," jelas Dr Jenna Miller, intensivis bagian anak yang menangani Zei di rumah sakit tersebut.

Sayangnya dokter di sana tak dapat mendiagnosis penyakit apa yang diidap oleh Zei, dan hingga kini mereka justru lebih banyak menemukan pertanyaan ketimbang jawaban.

"Yang kita tahu hanyalah jaringan pada kedua paru-parunya terpengaruh. Yang tidak kita ketahui adalah apa penyebabnya. Kami telah menginvestigasi seluruh penyakit infeksi, mulai dari rheumatologis, immunologis, penyakit paru primer, namun tak ada jawaban," lanjur Dr Miller.

Zei Uwadia menggunakan life support selama 2 bulan.Zei Uwadia menggunakan life support selama 2 bulan. Foto: CNN


"Maka dari itu kami terus berlanjut untuk menjangkau seluruh pusat kesehatan dan mengadakan diskusi kolaborasi besar untuk mencari tahu apa yang salah pada Zei.

Zei kemudian ditempatkan di ICU khusus anak dan dipasangkan life support agar ia paru-parunya dapat bekerja dan tetap hidup. Life support yang dipasangkan pada tubuhnya adalah ECMO.

ECMO menggunakan pompa untuk menyirkulasi darah pasien melalui paru-paru artifisial. Paru-paru artifisial tersebut menambah oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida sebelum darah kembali ke pasien.

Angka survival di Amerika pada bayi baru lahir dan anak-anak yang mengenakan ECMO adalah sebesar 72 persen. Tapi, meski belum mendapatkan diagnosis pasti akan penyakitnya, setelah lewat 130 hari Zei mampu berjalan di lorong rumah sakit mengenakan ECMO.


Di rumah sakit tersebut, hanya sedikit pasien yang mampu duduk, berdiri dan berjalan selama mengenakan ECMO. Keteguhan Zei menjadi inspirasi bagi banyak orang dan menjadi pasien pertama yang mampu melakukan hal tersebut.

"Aku sangat bersemangat karena tinggal selangkah lagi untuk bisa pulang," kata Zei. Tak hanya berjalan, ia juga sudah makan tacos, mengunjungi gereja rumah sakit, mengangkat beban, bahkan memakai manikur.

Pada bulan Desember, hasil rontgen paru-parunya juga menunjukkan peningkatan. Paru-paru kirinya telah mengembang penuh dan mulai sembuh, sementara paru-paru kanannya tinggal sedikit lagi.

Zei sangat tidak sabar untuk segera melanjutkan sekolahnya dan segera mengejar karir sembari masih dalam observasi dan mengenakan ECMO. Dokter berharap, selama diagnosisnya masih misteri, paru-paru Zei dapat berfungsi normal kembali, atau ia harus menjalani transplantasi paru.

"Kelegaan terbesarnya adalah dia akan berjalan kembali ke rumah kami dan mampu menaiki tangga ke kamar tidurnya serta dapat berbaring di kasurnya dan rileks," kata Kerschen.

(up/up)
News Feed