Jumat, 18 Mei 2018 09:00 WIB

True Story

Pria 81 Tahun Pensiun Setelah Donorkan Darahnya Selama 60 Tahun

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Foto: CNN Foto: CNN
Jakarta - James Harrison (81) asal Australia telah mendonasikan darahnya tiap minggu selama 60 tahun di hidupnya. Pria yang dijuluki "Man With the Golden Arm" ini akhirnya 'pensiun' pada Jumat (11/5/2018) lalu.

Menurut Palang Merah Australia (Australian Red Cross Blood Service), ia telah menyelamatkan hidup lebih dari 2,4 juta bayi di Australia lewat donor darahnya.

"Jejak kepahlawanan Harrison dimulai ketika ia menjalani bedah di dadanya pada usia 14. Saat itu donor darah menyelamatkan hidupnya, dan ia memutuskan untuk mendonorkan darah," ungkap pihak Palang Merah Australia, seperti dikutip dari CNN.


Beberapa tahun kemudian, dokter menemukan bahwa ada yang spesial di dalam darahnya. Darah Harrison disebut mengandung sebuah antibodi unik yang biasa digunakan untuk membuat sebuah vaksin bernama Anti-D untuk melawan penyakit rhesus darah.

Penyakit rhesus umumnya dialami oleh wanita hamil di mana darahnya mulai menyerang sel-sel darah bayi yang dikandungnya. Dalam beberapa kasus serius, dapat merusak otak atau kematian bayinya.

Sejak saat itu Harrison berubah menjadi donor plasma darah. Walau begitu, dokternya belum bisa memastikan bagaimana Harrison bisa memiliki tipe darah langka ini.

Darah unik James Harrison telah selamatkan lebih dari 2,4 juta bayi Australia.Darah unik James Harrison telah selamatkan lebih dari 2,4 juta bayi Australia. Foto: CNN


"Bisa jadi setelah ia mendapatkan transfusi darah setelah operasi pada 14 tahun lalu. Dia adalah satu dari 50 orang di Australia yang diketahui memiliki antibodi ini," kata pihak Palang Merah Australia lagi.

Mereka menyebutkan bahwa tiap kantung darah memang berharga, namun punya Harrison luar biasa berharganya karena nyaris semua batch Anti-D yang diproduksi di Australia dibuat dari darahnya.

Lebih dari 17 persen wanita Australia berisiko, karena itu ia telah menyelamatkan banyak nyawa. Bahkan putrinya sendiri ia berikan vaksin tersebut, dan cucu lelakinya lahir dengan selamat.


"Dan hal tersebut membuatmu sangat bangga pada dirimu sendiri karena kamu menyelamatkan sebuah nyawa, dan kamu menyelamatkan lebih lagi dan hal tersebut hebat," kata Harrison.

Di Australia ada peraturan di mana batas usia menjadi calon donor adalah 81 tahun sehingga tahun ini menjadikan tahun terakhir Harrison mendonor.

Sejumlah penghargaan telah ia dapatkan karena kemurahan hatinya, termasuk Medal of the Order of Australia, salah satu penghargaan bergengsi di negara tersebut.

Penemuan ini menjadikan Australia menjadi salah satu negara pertama yang menemukan donor darah yang memiliki antibodi tersebut. Australia menyebut Harrison sebagai pahlawan nasional.

"Menjadi hal yang cukup membuat rendah hati ketika mereka bilang 'oh kamu telah melakukan ini atau melakukan itu atau kamu adalah pahlawan'. Itu hanya sesuatu yang aku bisa. Itu hanya salah satu bakatku, mungkin malah satu-satunya bakatku, yaitu aku bisa menjadi seorang donor darah," tandas Harrison.

(frp/up)
News Feed