Minggu, 20 Mei 2018 15:10 WIB

Keracunan Sinar Matahari, Mata Gadis Ini Nyaris Buta

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Seorang wanita mengalami kerusakan mata akibat paparan sinar UV (Foto: thinkstock) Seorang wanita mengalami kerusakan mata akibat paparan sinar UV (Foto: thinkstock)
Jakarta - Holly Barrington tak menyangka sengatan sinar matahari yang dialaminya saat berlibur nyaris membuat matanya buta. Holly mengalami apa yang disebut dokter sebagai keracunan sinar matahari.

Saat berlibur di pantai Tenerife, Spanyol, Holly memastikan seluruh tubuhnya sudah terlindungi dari sinar matahari dengan menggunakan tabir surya. Begitu ia kembali ke hotel untuk mandi, tiba-tiba saja wajahnya bengkak.



"Aku menggunakan tabir surya di kulit, dan tidak mengalami masalah. Saat mandi tiba-tiba wajahku membengkak dan terasa sangat panas," ungkap Holly, dikutip dari Mirror.

Pembengkakan terasa parah terutama di bagian sekitar mata. Holly mengalami kesulitan melihat sehingga ia pun harus dilarikan ke rumah sakit.

Dokter menyebut apa yang dialami Holly adalah gejala keracunan sinar matahari. Biang keladinya berasal dari kacamata hitam yang tidak memiliki perlindungan yang kuat terhadap radiasi sinar ultraviolet.

"Aku nyaris buta karena salah memilih kacamata hitam. Dan ini pertama kalinya aku mendengar penyakit keracunan sinar matahari," ungkapnya.

dr Emma Wedgeworth, pakar dermatologi dari British Skin Foundation, mengatakan keracunan sinar matahari dalam istilah medis dikenal sebagai polymorphic light eruption. Penyakit ini terjadi ketika paparan sinar ultraviolet mengenai bagian kulit yang sensitif, seperti di daerah mata.

"Kondisi ini bisa dicegah dengan memastikan penggunaan tabir surya sudah rata di seluruh tubuh. Untuk kacamata hitam, pilihlah yang melindungi Anda secara 100 persen dari sinar UV," tutupnya.

(mrs/up)
News Feed