Senin, 18 Jun 2018 07:10 WIB

Idap Kanker Fibroid, Wanita Ini Masukan Lintah ke Rahimnya dan Bisa Hamil

Widiya Wiyanti - detikHealth
Terapi lintah dengan memasukkan ke dinding rahim bisa bantu kehamilan. Foto: Getty Images Terapi lintah dengan memasukkan ke dinding rahim bisa bantu kehamilan. Foto: Getty Images
Jakarta - Seorang wanita hampir putus asa karena didiagnosis mengidap kanker fibroid rahim dan divonis sudah tidak bisa hamil lagi. Ialah Nina Evans yang pada tahun 2003 lalu berencana untuk memiliki anak.

Ibu beranak satu dari pernikahan pertamanya ini ingin menambah momongan dari pernikahannya yang kedua, namun dokter justru berkata lain.

"Kami mencoba selama lima tahun dan tidak ada yang terjadi, sehingga saya periksa ke dokter dan hancur setelah tes mendiagnosis saya dengan banyak mioma di rahim saya," ujarnya dikutip dari DailyMail.

Ditambah dengan usianya yang saat itu 45 tahun menambah sulitnya Nina untuk hamil. Akhirnya wanita yang tinggal di London, Inggris itu fokus pada pengobatan.

Tak disangka, ia pun memutuskan untuk melakukan pemulihan dengan cara alternatif, yaitu dengan lintah.

"Mereka (lintah) dianggap sebagai obat umum untuk semua, dan saya tahu dari pengalaman, setelah menjalani perawatan lintah sebelumnya, itu memberikan lebih banyak energi dan pandangan yang lebih positif," tutur Nina.


Nina mengklaim makhluk itu menempel pada tubuh dan melepaskan tiga zat untuk mengurangi rasa sakit, meningkatkan suplai darah, dan mencegah pembekuan.

Pengobatan yang dilakukan Nina membawa seorang seorang spesialis di St Petersburg, Rusia untuk menelitinya. Hingga akhirnya muncul pengembagan teknik di mana lintah yang dimasukkan ke leher rahim bisa membantu seseorang untuk hamil.

Lintah yang dibesarkan untuk keperluan medis itu tidak diberi makan hingga empat bulan sehingga mereka akan menempel di tubuh dan mengisap darah. Kemudian setelah mereka kenyang, secara alami akan jatuh dari tubuh.

Peneliti menggunakan spekulum untuk memasukkan tiga lintah ke dalam vaginanya, yang kemudian menempelkan diri ke bagian dalam serviksnya.

"Spekulum itu adalah hal yang paling tidak nyaman. Kemudian setelah setengah jam lintah keluar," ceritanya.

"Dalam tujuh hari saya perhatikan ada perbedaan. Saya merasa lebih baik, memiliki lebih banyak energi dan selama beberapa bulan berikutnya periode saya menjadi lebih akurat," lanjut Nina.

Nina mengatakan lintah dihitung masuk dan keluar, dan karena mereka secara alami akan keluar dengan sendirinya maka ia tidak khawatir bahwa lintah-lintah itu akan tertinggal.


Setelah lima kali perawatan di Rusia, Nina bisa melanjutkan perawatan rumah sendiri dengan memasukkan lintah sendiri setiap malam.

"Selama satu bulan saya mulai memiliki lebih banyak energi, kulit saya menjadi bersih dan saya berharap lintah juga membantu membakar atau memotong aliran darah ke fibroid," harapnya.

Meskipun dia sudah menyerah untuk mendapatkan kehamilan, akhirnya pada Juni 2009 setelah delapan bulan perawatan, ia pun tidak datang bulan. Awalnya, dia pikir itu adalah menopause dini tetapi Nina pun melakukan tes kehamilan.

"Masih tidak percaya itu benar atau tidak, saya periksa ke dokter. Dia menegaskan bahwa saya hamil, tetapi lebih mengejutkan lagi bahwa semua terkecuali satu dari fibroid telah hilang berkat teman-teman pengisap darah saya," kata Nina.

Nina merasa sangat senang karena perawatan dengan lintah bisa membantunya untuk hamil. Ia pun tetap melakukan perawatan tersebut bahkan hingga saat ia melahirkan dengan menempelkan lintah di punggungnya untuk membantu mengurangi rasa sakit.

"Lintah adalah pengobatan kesuburan alami dan jika anak saya sakit saya menggunakan lintah untuk membantu penyembuhan, saya menggunakannya pada dirinya," tandasnya.

(wdw/up)
News Feed