Selasa, 08 Nov 2011 11:11 WIB

Sangat Kurus, Ibu Anoreksia Bisa Pakai Baju Putrinya Umur 7 Tahun

- detikHealth
Manchester - Orang dengan gangguan makan anoreksia makan sangat sedikit dan berolahraga berlebihan sehingga tidak heran bila tubuh penderitanya akan sangat kurus. Saking kurusnya, seorang ibu anoreksia bahkan bisa meminjam baju putrinya usia 7 tahun yang lebih gemuk ketimbang dirinya.

Rebecca Jones (26 tahun) bangga bisa mengenakan baju putrinya Maisy yang baru berusia 7 tahun dan memiliki berat badan lebih besar ketimbang ibunya. Namun Rebecca tak sadar bahwa dibalik kebanggaannya tersebut terdapat masalah besar yang mengintainya. Ia terancam membuat dirinya sendiri kelaparan hingga mati.

"Saya takut saya tidak bisa melihat Maisy tumbuh. Saya ingin makan. Saya tidak bisa memikirkan hal-hal yang lebih penting selain mengajak Maisy keluar untuk makan siang, tetapi saya tidak bisa," jelas Rebecca Jones, seperti dilansir mirror.co.uk, Selasa (8/11/2011).

Rebecca telah bertahan dengan hanya makan sup, roti bakar dan minuman energi selama empat tahun, tapi sembilan bulan lalu ia pernah dilarikan ke rumah sakit. Dia memiliki tingkat kalium sangat rendah dan denyut nadi sangat tinggi.

"Ketika dokter mengatakan anoreksia saya telah menyebabkan sebagian dari jantung saya mati, saya hanya membatu," katanya.

Tetapi ibu satu anak ini sangat suka menjadi kurus. Pada majalah Closer ia mengatakan mengenakan pakaian yang sama seperti Maisy memberinya rasa bangga. Itu memang hal yang salah, tapi itu membuatnya merasa lebih baik.

"Sekitar 18 bulan lalu, berat badan saya 31,7 kg. Saya mengambil salah satu rok Maisy dan itu sangat cocok. Maisy memiliki tinggi 134,6 cm dan mengenakan pakaian ukuran 9-11. Kami berbagi atasan dan celana jeans," jelasnya.

Meski memiliki badan yang sangat kurus, Rebecca tidak pernah merasa bahwa dirinya kurus. Ia selalu melihat dirinya lebih besar. Masalah kesehatan Rebecca ini bermula ketika ia berusia 11 tahun dan orangtuanya bercerai.

Ketika itu, ia menghabiskan waktunya selama 2 tahun untuk pesta makan hingga berat badannya mencapai 95 kg saat berusia 13 tahun. Ia menjadi target bully (olok-olokan) karena memiliki badan yang sangat besar, hingga akhirnya ia mengurangi porsi makan secara drastis.

Berat badannya turun menjadi 50,8 kg dalam waktu 2 tahun. Bully pun berhenti dan dia bahagia memiliki tubuh ukuran 10.

Tapi tubuhnya yang langsing berubah menjadi obsesi yang membahayakan dan telah merusak hidupnya sejak saat itu. Pada usia 16 tahun ia berhenti menstruasi dan ia terlalu lemah untuk beranjak dari tempat tidur. Tapi 3 tahun kemudian saat belajar di Manchester University, ia hamil.

Rebecca dan pacarnya berpisah setelah dua tahun dan sekarang tinggal sendirian bersama Maisy. "Hal yang indah bisa melihat Maisy menikmati kue. Saya sudah bilang bahwa saya memiliki gangguan makan dan dia tahu itu hal yang buruk," jelasnya kepada Maisy.

Anorexia nervosa adalah gangguan makan yang membuat penderitanya makan dalam jumlah sangat sedikit dan berolahraga berlebihan untuk menjaga berat badan.

Penderita anorexia nervosa biasanya menolak untuk mempertahankan berat badan normal dan cenderung selalu ingin lebih kurus, selalu ketakutan berat badannya akan naik walaupun kenyataannya berat badannya turun terus.

Selain berbagai komplikasi kesehatan seperti jantung, ginjal, gastro-usus dan masalah kesuburan, anoreksia nervosa memiliki salah satu tingkat tertinggi kematian untuk setiap kondisi kejiwaan, diperkirakan sekitar 13-20 persen per tahun. Osteoporosis juga merupakan masalah besar bagi penderita anoreksia nervosa.

Rebecca beruntung telah memiliki bayi karena seringkali seseorang dengan gangguan makan anoreksia nervosa tidak lagi memiliki periode menstruasi dan berisiko tinggi infertilitas (mandul).

(mer/ir)