ADVERTISEMENT

Rabu, 18 Sep 2013 16:00 WIB

Berlari 1.053 Meter Sambil Gendong Kulkas, Pria Ini Cedera Tulang Belakang

- detikHealth
Tony Phoenix-Morrison (Foto: Mirror)
South Tyneside, Inggris - Masih ingatkah Anda dengan Tony Phoenix-Morrison (49)? Pria yang dijuluki Tony 'The Fridge' ini sempat membuat heboh warga Inggris setelah melakukan perjalanan sejauh 1.053 meter sambil menggendong kulkas seberat 42,5 kg. Kini Tony dalam perawatan medis karena mengalami cedera tulang belakang.

Sebelumnya, Tony menceritakan saat ia mengakhiri perjalanan jauhnya dan mencapai garis finish, ia hanya mengalami masalah pada kaki kanannya. Kondisi ini semakin memburuk karena ia menjadi tak bisa berjalan, seperti dilansir Mirror, Rabu (18/9/2013).

Tak ingin menunda lagi, Tony pun pergi menemui dokter di South Shields General Hospital. Namun kondisinya kian memburuk hingga akhirnya ia dirujuk ke Sunderland Royal Hospital untuk dilakukan scan MRI. Tindakan ini dilakukan untuk menilai apakah ada kemungkinan ia mengalami kerusakan tulang belakang.

Diingatkan oleh dokter, cedera ini mungkin akan memaksa Tony untuk tetap berada di rumah sakit dan istirahat dalam jangka waktu yang belum bisa ditentukan. Selain itu dokter juga menganjurkan Tony untuk tidak melakukan tantangan ekstrem kembali.

Tony memulai aksinya pada di Skotlandia dan setiap hari ia berjalan selama 7 jam. Rutenya dari John O'Groats menuju selatan ke Inverness, kemudian menyeberangi Cairngorms ke Edinburgh dan melakukan pendakian setinggi 1.500 kaki.

Dari situ, Tony melanjutkan perjalanannya ke Newcastle, kemudian ke selatan melewati York dan ke Nottingham. Setelah ke Leicester, ia mampir ke Milton Keynes sebelum tiba di London. Dia kemudian pergi ke barat daya melewati pantai selatan di Southampton dan mengikuti garis pantai barat melewati Exeter dan tiba di tujuan terakhirnya, Land's End.

"Mungkin tak banyak yang tahu, menjelang akhir perjalanan saya mengalami begitu banyak rasa sakit dan sempat ingin menyerah. Namun kemudian saya melihat banyak orang membawa spanduk dan meneriakkan nama saya, itu membuat saya begitu bersemangat," tutur Tony.

Pada momen terakhir saat ia menyentuh garis finish, ia mengaku sempat menangis. Tangisan ini sebenarnya merupakan campuran antara rasa sait dan kebanggaan. Tony merasa saat itu adalah momen terbesar dalam karir berlarinya.

Tim dokter memperkirakan Tony mungkin telah mengalami kompresi saraf di punggungnya sebagai akibat melakukan perjalanan jauh dengan membawa beban seberat 42,5 kg di punggungnya.

Tony diketahui melakukan tantangan ekstrem ini dengan tujuan mengumpulkan dana bagi Bobby Robson Foundation yang melakukan penelitian untuk pengobatan kanker. Juru bicara Bobby Robson Foundation kemudian mengungkapkan penghormatannya untuk Tony atas prestasinya yang menakjubkan.

Sampai saat ini Tony masih dalam tahap pemulihan di rumahnya yang terletak di Hebburn, South Tyneside. Meskipun demikian, ia mengungkapkan bahwa untuk ke depannya ia mungkin tidak akan lagi melakukan perjalanan dengan menggendong kulkas.

(vit/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT