Selasa, 08 Apr 2014 07:30 WIB

Di Tengah Koma, Pria Ini Dengar Rencana Dokter yang akan 'Memanen' Organnya

- detikHealth
Ilustrasi (dok: Thinkstock) Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Keajaiban memang tidak ada yang tahu kapan tiba waktunya. Seperti yang dirasakan Jimi Fritze, seorang pria asal Swedia yang tiba-tiba merasakan seperti suatu keajaiban di tengah kondisinya yang sedang lemah. Padahal sebelumnya dia sempat koma. Dalam kondisi koma, betapa sedih Fritze karena mendengar rencana dokter yang akan segera memanen organnya dan mendonasikan pada orang lain. Padahal dia belum meninggal.

Seperti dikutip ABC News, Selasa (8/4/2014), Jimi Fritze (42) secara tiba-tiba terserang stroke berat sejak dua tahun lalu sehingga membuatnya harus menerima perawatan di rumah sakit. Namun seiring dengan pembengkakan yang terjadi di otaknya berkurang, Fritze pun dapat sadar dari komanya. Dokter pun mengungkapkan bahwa Fritze mengalami kemajuan pesat dalam kondisinya sehingga ia bisa disembuhkan.

Kini, Fritze sudah bisa bangun dari komanya, dan ia sudah bisa berinteraksi dengan keluarga. "Ketika saya sadar pertama kali, saya hanya bisa menggerakan jari-jari saya. Tapi kini saya sudah bisa menggerakan beberapa bagian tubuh saya, walaupun masih belum bisa berjalan," tutur Fritze.

Di tengah kebahagiaan akibat kesadaran yang telah dirasakannya, Fritze mengakui bahwa ia mengalami sesuatu yang tidak mengenakan selama ia koma. Siapa sangka, di tengah kondisinya yang terbaring lemah, tanpa disadari ia masih bisa mendengar omongan para dokter dan perawat yang ada di sekitarnya. Sayangnya, apa yang didengar Fritze bukanlah sesuatu yang baik. Ia mendengar pembicaraan dokter dan tenaga medis lainnya mengenai kondisi dirinya yang dianggap semakin memburuk, di mana dokter pun sudah berniat melakukan donasi organ dari tubuh Fritze kepada orang lain.

Fritze yang kini masih dalam tahap pemulihan berjalan dan berbicara, mengaku bahwa saat ini ia tengah membicarakan masalah ini kepada pihak rumah sakit tempatnya dirawat, Rumah Sakit Sahlgrenska University di Göteborg, Swedia. Fritze merasa kecewa kenapa pihak dokter berniat mendonasikan organ tubuhnya padahal saat itu ia belum dinyatakan meninggal atau bahkan mati otak.

Menanggapi kasus ini, juru bicara Rumah Sakit Sahlgrenska University menyatakan, "Kami tidak bisa berbicara banyak. Saat ini kami sedang bersama-sama melakukan investigasi terkait masalah ini. Kami menganggap ini adalah sesuatu yang sangat serius."

dr Cathy Sila, direktur dari Comprehensive Stroke Center di University Hospitals Case Medical Center, mengungkapkan bahwa apa yang ditunjukkan pada kasus Fritze merupakan peringatan bagi dokter untuk lebih berhati-hati lagi akan kemungkinan pasien yang mengerti apa yang dibicarakan orang lain, sekalipun mereka terlihat tidak merespons.

"Kasus ini seakan menunjukkan bahwa sangat sulit mengobati pasien stroke. Kami harus sangat berhati-hati dengan apa yang kami lakukan dan ucapkan di depan pasien," ujar dr Sila.

Menurut dr Sila, apa yang terjadi dengan Fritze bisa saja juga terjadi pada orang lain. dr Sila mengungkapkan bahwa orang yang terkena stroke pada usia muda memang mempunyai peluang yang lebih besar dalam kesembuhannya.

(vit/vit)
News Feed