Senin, 27 Apr 2015 18:31 WIB

True Story

Ya Ampun! Lahir di Toilet Kantor, Bayi Dibungkus Plastik Hingga Tewas

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
ilustrasi: Thinkstock ilustrasi: Thinkstock
Michigan - Usai melahirkan bayinya di kamar mandi kantor, seorang ibu yang diduga mengalami gangguan mental membungkus si bayi di dalam kantong plastik. Kemudian, ia menaruhnya di laci meja dan melanjutkan pekerjaannya.

Wanita bernama Kimberley Pappas itu diketahui bekerja di perusahaan angkutan yang bergerak di bidang logistik. Peristiwa Pappas melahirkan di kamar mandi kantor diketahui usai rekan kerjanya menelepon polisi karena menemukan darah berceceran di bilik kamar mandi.

Dilaporkan Detroit Free Press, dan dikutip pada Senin (27/4/2015), Pappas mengatakan kepada polisi setelah melahirkan, ia memotong tali pusar sang bayi dengan gunting kuku. Dia lalu menaruh si bayi di kantong plastik, lantas menaruhnya di laci, kemudian ia pun melanjutkan pekerjaannya.

Baca juga: Melahirkan di Depan Toko dan Jadi Tontonan Warga, Wanita Ini 'Hujan Uang'

"Kepada penyelidik ia mengaku keguguran. Tapi hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa si bayi mati lemas akibat pembunuhan yang disengaja. Diketahui, tersangka menyembunyikan kehamilannya dari rekan kerja sekaligus orang tuanya," tutur salah satu petugas kepolisian.

Peristiwa ini terjadi pada 31 Maret lalu dan saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan, termasuk memeriksa kondisi kejiwaan Pappas. Menurut pengacara Pappas, Ray Cassar, kliennya sedang berjuang dengan masalah kesehatan mental yang ia hadapi.

Jika Pappas ingin membunuh bayinya, Cassar yakin hal itu tidak akan ia lakukan di kantor. Selama penyelidikan, Pappas dilaporkan sangat kooperatif dengan pihak berwajib meskipun sampai saat ini belum diketahui alasan jelas mengapa ia melakukan hal tersebut.

"Ayah dari bayi itu tidak diketahui dan saya sendiri tidak yakin bahwa klien saya mengerti dengan apa yang ia lakukan karena memang ada masalah dengan kejiwaannya," kata Cassar.

Baca juga: Tunda Potong Tali Pusar 3 Menit Kurangi Risiko Anemia Pada Bayi

(Radian Nyi Sukmasari/Nurvita Indarini)